Jumat, 23 Februari 2018

Rupiah Kembali Melemah 11 Poin

Oleh :

Tempo.co

Jumat, 12 April 2013 18:43 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rupiah Kembali Melemah 11 Poin

    Ilustrasi Rupiah. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekspektasi para pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga Fasilitas Bank Indonesia (FasBI) tidak terealisasi dalam Rapat Dewan Gubernur BI Kamis kemarin membuat rupiah kembali melemah dan tertahan di atas 9.700 per dolar Amerika Serikat (AS). Padahal risk aversion (keberanian mengambil risiko) investor sedang meningkat seiring menguatnya euro kembali berada di atas US$ 1,3.

    Ditransaksi pasar uang hari ini nilai tukar rupiah ditutup di level 9.713 per dolar AS, yang berarti melemah 11 poin dibanding posisi sehari sebelumnya id 9.702 per dolar.

    Head of Research Treasury Bank BNI, Nurul Eti Nurbaeti menjelaskan, tingginya inflasi sepanjang tiga bulan pertama tahun ini mencapai 2,43 persen membuat para pelaku pasar menuntut kenaikan suku bunga agar keuntungan yang diperoleh tidak tergerus inflasi.

    Memasuki triwulan kedua, inflasi akan tetap tinggi seiring naiknya Tarif Daya Listrik (TDL) mulai bulan ini, Upah Minimum Regional (UMR) di berbagai daerah akan memicu inflasi. “Ditambah lagi rencana kebijakan Bahan Bakaar Minyak (BBM) bersubsidi bisa menyumbang kenaikan harga barang yang akan berujung inflasi dapat membebani rupiah,” paparnya.

    Namun, BI akan tetap berada di pasar agar mata uangnya tidak melemah terlalu tajam. Bila harga saham di bursa terus naik, setidaknya pelemahan rupiah juga bisa tertahan dan bahkan bisa menguat kembali ke 9.600 per dolar AS.

    Menguatnya euro ke level US$ 1,3 dari keterpurukannya bukan karena fundamental, tetapi karena melemahnya yen Jepang hingga ke 99 per dolar AS. Permintaan yen meningkat seiring melemahnya mata uang Jepang untuk di investasikan dalam mata uang lainnya termasuk di negara berkembang seperti rupiah.

    Para investor mencoba memanfaatkan carry trade (meminjam dana dalam bentuk yen dan di investasikan dalam mata uang yang berimbal hasil tinggi) ditengah menguatnya risk aversion di pasar global.

    VIVA B. K

    Berita Terpopuler:
    Pejabat DKI Mundur, Meninggalkan Jokowi

    Cara Pargono Memeras Asep Hendro

    DPRD Jakarta Tuding Jokowi Sebabkan Pejabat Mundur 

    Pilihan 2014 Cuma Mega, Prabowo, dan Ical

    Di Hugo's Cafe, Deki Akrab dengan Anggota Kopassus  


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Deretan Kasus Rizieq Shihab, 11 Tuntutan dalam 9 Bulan

    Kabar kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018 membuat banyak pihak heboh karena sejak 2016, tercatat Rizieq sudah 11 kali dilaporkanke polisi.