Gara-gara Dahlan Iskan, Dirut RNI Diusir DPR  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT. Rajawali Nusantara Indonesia, Ismed Hasan Putro. TEMPO/Imam Sukamto

    Direktur Utama PT. Rajawali Nusantara Indonesia, Ismed Hasan Putro. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro menjadi "bulan-bulanan" anggota DPR. Dalam rapat di Komisi VI, yang sejatinya membahas panitia kerja sawit dan karet, berubah menjadi hujan pertanyaan buat Ismed.

    Sejumlah anggota Dewan "menyerang" Ismed terkait dengan kabar "pemalakan" oleh anggota DPR. Isu "pemalakan" ini sempat mencuat ketika Menteri BUMN Dahlan Iskan buka-bukaan atas adanya permintaan anggota Dewan kepada direksi-direksi BUMN.

    Ketika kabar itu mencuat, Ismed pernah mengatakan ada permintaan patungan sebesar Rp 250 juta hingga Rp 1 miliar untuk anggota Dewan pada sekali rapat. Ismed juga sempat menyatakan pernah diminta jatah gula 20 ribu ton oleh anggota Dewan berinisial IS.

    "Komisi berapa, siapa orangnya, harus jelas supaya tidak simpang siur," kata anggota dari Fraksi Demokrat, Azam Azman Natawijaya, Selasa, 2 April 2013.

    Menurut Azam, agenda rapat belum bisa dilanjutkan jika masalah ini belum jelas. "Ini pencemaran nama baik, harus diselesaikan dulu," ujarnya.

    Anggota Dewan lainnya, Chairuman Harahap dan Rachel Maryam Sayidina, juga meminta dilakukan rapat khusus di luar agenda sawit dan karet.

    Ismed, yang didera pertanyaan bertubi-tubi, menyampaikan permintaan maafnya bila ada anggota DPR yang merasa dipojokkan dengan kabar itu. Ia menegaskan bahwa klarifikasi mengenai permintaan jatah telah disampaikannya di depan Badan Kehormatan.

    "Saya tidak pernah menyebut Komisi VI atau komisi tertentu, dan klarifikasi itu sudah saya sampaikan ke Badan Kehormatan dan telah tahap kesimpulan di sana," katanya.

    Tak puas dengan jawaban Ismed, anggota komisi memutuskan mengusir Ismed sebelum masuk ke pembahasan sawit dan karet.

    Diusir, Ismed hanya pasrah. Setelah berpamitan dengan para anggota DPR, ia kemudian melangkah ke luar ruangan. "(Mengusir) itu hak DPR. Diusir, ya saya pulang. Saya masih banyak pekerjaan," katanya. Ia pun mengaku tidak kaget atas pengusiran itu. "Saya sudah ada firasat akan diusir."

    ANANDA PUTRI

    Berita terpopuler lainnya:
    'Postingan Idjon Djanbi Tak Bisa Dipertanggungjawabkan'

    Misteri Selongsong Peluru di Cebongan

    Pati, Kota Seribu Paranormal

    Bambang Pamungkas Pensiun dari Timnas Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.