Indonesia Tak Akan Bangun Terminal Low Cost Carrier  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur pengembangan kebandaraaan dan teknologi Salahudin Raffi (kiri), Direktur utama Angkasa Pura 2 Tri Sunoko (kiri 2), dan Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) Bintang Perbowo (kanan), melihat papan bergambar pengembangan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (18/3). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Direktur pengembangan kebandaraaan dan teknologi Salahudin Raffi (kiri), Direktur utama Angkasa Pura 2 Tri Sunoko (kiri 2), dan Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) Bintang Perbowo (kanan), melihat papan bergambar pengembangan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (18/3). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, TANGERANG- Indonesia belum akan mengembangkan terminal low cost carrier atau terminal khusus untuk maskapai berbiaya murah. Direktur Pengembangan Kebandarudaraan dan Teknologi PT Angkasa Pura II, Salahudin Rafi, mengatakan biaya yang dialokasikan sebuah maskapai untuk penyewaan terminal terbilang kecil sehingga biaya penyewaan terminal tidak memberatkan sebuah maskapai.

    "Cost airlines itu kecil untuk terminal. Cost paling besar untuk sebuah maskapai adalah BBM, maintenance. Kami tidak akan membangun terminal LCC," katanya seusai penandatanganan pengerjaan perluasan terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Senin, 18 Maret 2013.

    Senada dengan Salahudin, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Tri S. Sunoko, mengatakan pihaknya tidak akan membangun terminal khusus maskapai LCC. Menurut dia, maskapai LCC di Indonesia pun tidak sepenuhnya bisa diartikan sebagai LCC karena pada musim liburan tarif maskapai LCC di Indonesia sama saja dengan tarif maskapai biasa.

    "LCC Indonesia agak sedikit abu-abu. Pada saat hari raya misalnya Lebaran tarifnya tidak LCC. Kami tidak akan menyediakan terminal LCC," kata Tri di kantor Angkasa Pura hari ini.

    Menurut dia, saat ini, Angkasa Pura II akan fokus mengembangkan daya tampung bandara agar bisa mengimbangi lonjakan penumpang yang terjadi. Kapasitas bandara Soekarno-Hatta saat ini mencapai 22 juta per tahun sementara jumlah penumpang pada akhir tahun 2012 mencapai 57,7 juta.

    "Sekarang intinya kita sedang mengejar pembangunan bandara untuk peningkatan kapasitas. Kapasitas yang harus ditingkatkan mencapai hampir 250 persen. Ini yang harus difokuskan," katanya.

    Maskapai LCC di Indonesia antara lain Lion Air dan Indonesia AirAsia. Lion Air merupakan maskapai dengan jumlah penumpang terbesar khusus untuk penerbangan domestik. Sementara rute internasional dikuasai oleh Indonesia AirAsia. Dua negara yang telah mengembangkan terminal khusus LCC adalah Malaysia dan Singapura.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proses Pembuatan Vaksin Virus Corona Dibanding Klaim Obat Hadi Pranoto

    Hadi Pranoto mengklaim obat herbal Antibodi Covid-19 berbeda dengan vaksin virus corona. Proses pembuatan vaksin memakan waktu setidaknya 12 bulan.