Nasabah Masih Percaya kepada Golden Traders

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerai emas Golden Traders Indonesia Syariah di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Gerai emas Golden Traders Indonesia Syariah di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumat, 1 Maret 2013 sore, gerai Golden Traders, perusahaan investasi emas, di Lantai 1 Mal Taman Anggrek tampak lengang. Dua orang resepsionis berpakaian hitam terlihat sedang berbicara dengan dua orang nasabah.

    Setiap kali bertanya, dua orang resepsionis selalu memberikan lembaran yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia terkait dengan kondisi PT GTIS. Salah satu agen atau pihak pemasaran dari Golden Traders, Anto, enggan mengomentari banyak ihwal pembekuan dana pada rekening dan aset PT GTIS.

    Lebih lanjut, ia mengklaim pemberitaan yang tersebar di sejumlah media tidak benar. "Kami coba memberi informasi yang akurat ke nasabah dan tetap membuka kantor cabang," ucap Anto. Ia meminta para nasabah agar tidak termakan oleh isu yang tersebar melalui broadcast message.

    Hendry, seorang nasabah yang mencoba mencari tahu ihwal dana simpanannya, mengatakan terkejut saat pertama kali mendapat informasi bahwa PT GTIS bakal ditutup. Hendry yang mendapat informasi tersebut dari pesan singkat telepon (BBM) pada Senin malam kemarin langsung mencoba mencari tahu dengan cara menelepon kantor pusat dan cabang.

    "Berkali-kali saya telepon tidak ada yang angkat," ucap Hendry. Sejak itu ia merasa dana yang dimilikinya sebesar Rp 1 miliar terancam hilang. Namun setelah mendapat penjelasan dari agen Golden Traders, Hendry bisa mengelus dada.

    "Saya coba menunggu saja apa hasil dari RUPS nanti," ucapnya. Dengan ditemani istri dan seorang anaknya, Hendry mengatakan sudah sejak 2010 menjadi nasabah PT GTIS. Selama itu, ia cukup puas dengan nilai investasi yang didapat.

    Dalam surat pemberitahuan yang diberikan ke setiap nasabah, tertera tiga poin. Pada poin pertama dijelaskan seputar penonaktifan Direktur Utama Ong Han Chun dan Direktur Edward Ho Choon Hoong, RUPS PT GTIS bakal diadakan di Jakarta pada 4 Maret 2013, dan dana pada rekening serta aset PT GTIS dibekukan sampai dilaksanakan RUPS.

    Pada poin kedua, selepas RUPS dan dibentuknya direksi baru, rekening PT GTIS dicairkan dan bisnis berbasis syariah berjalan kembali. Di poin ketiga, semua nasabah diminta menunggu sampai delegasi manajemen kembali dari Malaysia dan selesainya RUPS.

    ADITYA BUDIMAN

    Baca juga
    Marzuki Alie Berkukuh Tak Terlibat Golden Traders

    Selain Harrier, Anas Dapat Camry dari Nazar

    Emas Bodong Golden Traders, Orang Indonesia Kaya

    Harlem Shake dan Efek Kegilaannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.