Ini Alasan Pegawai Merpati Segel Kantor Dirut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, Rudy Setyopurnomo. TEMPO/Imam Sukamto

    Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, Rudy Setyopurnomo. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pengawas Forum Pegawai Merpati (FPM), Ery Wardhana, mengatakan penyegelan kantor Direktur Utama merupakan protes karyawan terhadap komunikasi yang buruk dari jajaran direksi. "Direktur Utama tidak seharusnya enggan berkomunikasi dengan pekerja," kata Ery saat dihubungi, Rabu, 20 Februari 2013. Penyegelan, kata dia, dilakukan karena Direktur Utama Rudy Setropurnomo enggan menemui karyawan yang meminta penjelasan atas empat hal.

    FPM mengaku telah melayangkan surat permohonan untuk bertatap muka dan meminta penjelasan dari Direktur Utama. Surat dilayangkan pada 18 Februari pagi dengan harapan akan dibaca dan dibalas pada sore harinya. Namun, hingga 19 Februari, tak ada jawaban. "Rudy malah pergi dari kantor begitu saja," kata Ery.

    Sekitar pukul 11.00 kemarin, FPM menempelkan kertas bertuliskan "Ruang Kantor Direktur Utama Merpati Disegel". Foto itu kemudian beredar di sejumlah media. "Ini cuma penyegelan simbolis," kata Ery. Penyegelan dilakukan tanpa mengunci atau menggembok ruangan. Segel dicabut pada sore harinya.

    Surat yang dilayangkan kepada Direktur Utama berisi tentang permohonan penjelasan empat hal. Empat hal tersebut yaitu penjelasan dugaan penyuapan direktur utama Merpati yang lama kepada anggota Dewan dan laporan dari Pemerintah Daerah Merauke yang merasa dibohongi oleh Rudy. Karyawan juga meminta penjelasan terkait dengan dugaan pemberian tunjangan fasilitas kepada jajaran direksi secara penuh di saat para staf menerima pembayaran gaji secara bertahap. Pernyataan Rudy yang dirasa menjelekkan pegawai Merpati saat rapat dengan Komisi Perhubungan DPR juga masuk dalam daftar.

    Selepas penyegelan, FPM mengajukan surat pemberitahuan sekaligus tuntutan kepada jajaran komisaris Merpati. "Kami menceritakan kronologi penyegelan kemarin," kata Ery. FMP menyatakan ketidakpercayaan terhadap kinerja jajaran direksi Merpati saat ini. Surat juga menuntut Direktur Utama dan direktur-direktur Merpati lainnya dicopot dalam rapat pemegang saham karena tidak bekerja dengan baik. Ery mengatakan, kinerja buruk tersebut terlihat dari komunikasi Rudy dengan pegawai yang tidak lancar dan kerugian Merpati pada 2012 yang mencapai Rp 1 triliun.

    RAFIKA AULIA

    Berita terpopuler lainnya:
    Demokrat dan PKS Dianggap Juara Korupsi

    Aturan Baru SIM Tak Jadi Berlaku Maret Ini

    Produk Nestle Terancam Ditarik di Indonesia

    Di Museum Ini Pengunjung Boleh Tak Berbusana

    Sekali Lagi, Ini Pembelaan Anas Soal Harrier


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.