Pos Indonesia Terbitkan Perangko Edisi Imlek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Pos Indonesia. ANTARA/M Agung Rajasa

    PT Pos Indonesia. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pos Indonesia (Persero) bekerja sama dengan Lembaga Indonesia China (LIC) menerbitkan desain perangko seri tahun ular. Menurut Direktur Utama Pos Indonesia I Ketut Mardjana, penerbitan perangko edisi Imlek ini merupakan bentuk akulturasi budaya Indonesia dan Thionghoa.

    "Perangko Seri Tahun Ular 2013 mengangkat perpaduan budaya Indonesia dan Tionghoa," katanya dalam rilis yang diterima Tempo, Selasa, 5 Februari 2013.

    Adapun tiga desain perangko tersebut antara lain:

    1. NAJA SPUTATRIX
    Perangko ini menggambarkan ular kobra Indonesia atau Naja sputatrix, atau lebih dikenal dengan nama lokal ular sendok Jawa. Walaupun bukan termasuk ke dalam spesies yang terancam punah, jumlah spesies ini setiap tahunnya semakin berkurang akibat perdagangan kulit ular dan perdagangan ular ini sebagai hewan piaraan. Perangko ini dilukis oleh seniman ITB Guruh Ramdani.

    2. DEWA RUCI
    Cerita pewayangan yang sangat terkenal, "Dewa Ruci", pertarungan antara Bima dan seekor ular yang hidup di Samudra demi mendapatkan "kesempurnaan". Perangko ini juga dilukis oleh Guruh Ramdani.

    3. NAGA SEBA
    Ini perangko bermotif batik yang menggambarkan ular dan burung (sayap). Motif Naga Seba merupakan motif batik Keraton yang dipengaruhi oleh Hindu dan Islam. Seperti halnya Kereta Singa Barong dan Paksi Naga Liman. Naga Seba memadukan obyek ular dan sayap sebagai salah satu lambang Kesultanan Cirebon. Perangko ini dilukis di atas kaca oleh pelukis kaca tradisional Cirebon, Bambang Sonjaya.

    Ular adalah satu dari 12 shio yang ada dalam penanggalan Tionghoa. Penempatan shio ular berada pada posisi keenam dalam daftar shio. Pada tahun ini shio ular dimulai pada 10 Februari 2013 dan akan berakhir pada 30 Januari 2014.

    ANANDA PUTRI

    Berita Lainnya:
    Beragam Paket Imlek Hotel di Solo
    Ada Grebeg Sudiro di Kampung Tionghoa Solo
    Imlek, Tak Ada Hujan Tak Ada Rezeki
    Indonesia Harus Lebih Terbuka pada Semua kebudayaan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.