Asian Agri Siap Ajukan Peninjauan Kembali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Asian Agri Grup menyatakan siap untuk mengajukan peninjauan kembali (PK) atas putusan Mahkamah Agung. Perusahaan dinyatakan bersalah dalam kasus penggelapan pajak dan harus membayar denda Rp 2,5 triliun

    Kuasa hukum Asian Agri, Muhammad Dja'far Assegaf, menyatakan upaya PK akan ditempuh setelah mendapatkan salinan putusan dari Mahkamah. "Menurut kami ada pertentangan keputusan dan ada kekhilafan dari hakim," kata Assegaf dalam konferensi pers di Wisma Nusantara, Jakarta, Selasa, 15 Januari 2013. "Hakim Djoko Sarwoko terlihat tergesa-gesa dan terkesan hanya ingin cari muka dalam putusan ini,"

    Pertentangan keputusan terlihat dengan ikut didakwanya 14 perusahaan untuk membayar denda. Padahal, menurut dia, dalam kasus tersebut terdakwa utamanya adalah Suwir Laut, yang merupakan bawahan dari Vincentus Amin Sutanto, mantan financial controller Asian Agri.

    "Setiap tahun, 14 perusahaan yang tergabung dalam Asian Agri selalu melakukan kewajiban membayar pajak menurut surat pemberitahuan yang disampaikan ke kantor pelayanan pajak," katanya.

    Assegaf menyatakan, selama periode 2002 hingga 2005, delapan perusahaan di antaranya bahkan telah melalui proses pemeriksaan administrasi dan telah mendapat putusan berkekuatan hukum tetap dari pengadilan pajak dan telah melaksanakan putusan pengadilan pajak. "Memang enam di antaranya ada kekurangan bayar pajak dan siap membayar," katanya.

    ANGGA SUKMA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.