Suap Rolls-Royce, Kementerian BUMN No Comment

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. TEMPO/Zulkarnain

    Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian BUMN enggan menanggapi dugaan suap Roll-Royce. "Saya belum tahu jadi belum bisa berkomentar, daripada nanti salah menanggapi," ujar Kepala Biro Hukum Kementerian BUMN Hambra Samal di Jakarta, Selasa, 11 Desember 2012.

    Namun, bila persoalan ini telah masuk ranah hukum, Hambra mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum. "Kalau sudah hukum sudah jelas, biarkan di sana berjalan proses hukumnya."

    Ia pun kembali menegaskan tidak bisa berkomentar banyak. "Wah, maaf ya," katanya.

    Sebelumnya, harian The Sunday Times edisi Minggu mengangkat kisah kongkalikong Roll-Royce dengan Tommy Suharto dalam berita terbitan bertajuk “Rolls-Royce accused of paying $20m bribe to dictator's son”.

    Dalam berita itu dikisahkan Tommy Suharto pada 1990-an berperan memenangkan kontrak pengadaan mesin pesawat Airbus A330 yang dipesan Garuda Indonesia dari Airbus.

    ANANDA PUTRI

    Berita Terpopuler:
    Habibie Pengkhianat Bangsa, Ini Tulisan Lengkapnya

    SBY Marah, Alex Noerdin di Amerika Serikat

    Disebut Pengkhianat Bangsa, Habibie Center Santai

    Partai Demokrat Digerogoti Anak Kos

    Joko Widodo Tundukkan Sutiyoso


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.