Pekerja PT Semen Gresik Mengadu ke Komisi V DPR

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Karyawan PT Semen Gresik mengadukan nasib mereka ke Komisi V DPR. Ke-50 orang yang tergabung dalam Serikat Pegawai Semen Gresik (SPSG) itu, meminta agar rencana hak opsi (put option) penjualan 51 persen sisa saham pemerintah di PT Semen Gresik kepada PT Cemex Indonesia dibatalkan. “[Kami] menolak rencana atau keputusan pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan put option atas saham negara di PT Semen Gresik kepada Cemex," ujar Tjipto Sumarsono, wakil ketua SPSG kepada Komisi V DPR di Gedung Nusantara I, Kompleks DPR/MPR Jakarta, Selasa (8/1) siang. Pertemuan yang dipimpin oleh Tjarda Muchtar dari Fraksi Partai Golkar ini hanya sekedar ajang dialog, tanpa menghasilkan sebuah solusi. Dalam kesempatan tersebut, Tjarda mengungkapkan bahwa pihak Komisi V telah memahami apa yang menjadi tuntutan para pekerja tersebut. Ia menilai perlu ada komunikasi yang tepat antara pihak-pihak yang terkairt dengan permasalahan ini. SPSG menuntut agar pemerintah tetap mempertahankan sebagai pemegang saham mayoritas di Semen Gresik. Alasannya, jika saham pemerintah tidak mayoritas bisa mengakibatkan ketidakstabilan persemenan nasional. Di samping itu, mereka mengancam akan melakukan mogok masal jika memang tuntutan mereka tidak terpenuhi. (Anggoro Gunawan-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.