KNKT Akan Segera Umumkan Hasil Investigasi Sukhoi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan memimpin upacara serah terima jenazah korban kecelakaan pesawat Sukhoi Super Jet 100 di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (23/5). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan memimpin upacara serah terima jenazah korban kecelakaan pesawat Sukhoi Super Jet 100 di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (23/5). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan akan mengumumkan hasil investigasi atas jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet-100 dua pekan mendatang. "Kami merencanakan tanggal 18 Desember untuk publikasinya," ujar Ketua Subkomite Udara KNKT, Masruri, saat dihubungi Tempo, Minggu, 9 Desember 2012.

    Ia menjelaskan, saat ini KNKT masih menunggu tanggapan dari Rusia, Perancis, dan Amerika Serikat atas file draft hasil investigasi. Ada tahapan yang harus dilakukan sebelum mengumumkan hasil investigasi itu kepada masyarakat. Setelah investigasi selesai, KNKT akan melaporkannya kepada Rusia, Eropa, serta Amerika Serikat, selain kepada pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

    "Yang pasti, laporan kami sampaikan kepada Rusia karena pesawat itu buatan Rusia.” Selain itu, pesawat menggunakan mesin buatan Eropa serta komponen-komponen dari Amerika Serikat. Oleh karena itu, KNKT akan melaporkan hasil investigasi kepada Eropa dan Amerika Serikat. KNKT akan segera mempublikasikan hasil penyelidikan kecelakaan tersebut setelah menerima tanggapan dari Rusia, Eropa, dan Amerika Serikat.

    "Dari Rusia sepertinya sudah tidak ada masukan lain," kata Masuri. Ia pun mengungkapkan, Amerika Serikat dan Perancis sejauh ini tidak menyampaikan keberatan atas hasil investigasi yang dilakukan KNKT.

    Sukhoi Superjet 100 adalah pesawat penumpang pertama yang dikembangkan oleh Sukhoi Aircraft, bekerja sama dengan perusahaan penerbangan Amerika Serikat dan Eropa. Di antaranya Boeing, Snecma, Thales, Messier Dowty, Liebherr Aerospace, dan Honeywell.

    Pesawat ini masuk kelas armada rute jarak menengah dengan kapasitas penumpang di bawah 100 orang. Jarak yang mampu diarungi yakni antara 3.048 kilometer hingga 4.578 kilometer dengan ketinggian 12.200 meter di atas permukaan laut.

    Sukhoi Superjet 100 mengalami kecelakaan di Gunung Salak pada Mei silam. Saat hilang, diketahui pesawat ada di titik koordinat 06.43 menit 08 detik Lintang Selatan dan 106.43 menit 15 detik Bujur Timur. Pesawat hilang kontak sekitar pukul 14.33 setelah mengudara selama 30 menit pada Rabu, 9 Mei 2012.

    MARIA YUNIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.