Kabel Tercabut, PLTU Muara Karang Terganggu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PLTU Muara Karang Jakarta Utara, Jum'at (13/3). Pemerintah akan memberikan jaminan bagi proyek listrik swasta untuk pembangkit 10 ribu mega watt tahap kedua. Tempo/Arnold Simanjuntak

    PLTU Muara Karang Jakarta Utara, Jum'at (13/3). Pemerintah akan memberikan jaminan bagi proyek listrik swasta untuk pembangkit 10 ribu mega watt tahap kedua. Tempo/Arnold Simanjuntak

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Bahan Bakar Minyak dan Gas PT PLN (Persero) Mochammad Suryadi Mardjoeki mengatakan, pasokan gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap Muara Karang pada Rabu, 24 Oktober 2012, sempat terganggu. Akibatnya, sejumlah daerah di Jabodetabek mengalami pemadaman listrik. Adapun gangguan ini dipicu kelalaian kontraktor yang membuat salah satu kabel catu tercabut.

    "Kontrator Nusantara Regas bekerja, tapi tidak ada pengawasan sehingga salah mencabut kabel kontrol, sehingga terjadi blok," kata Suryadi dalam pesan pendeknya kepada Tempo, Rabu siang, 24 Oktober 2012.

    Namun, Suryadi mengatakan, gangguan operasi pada floating storage and regasification unit (FSRU) Jawa Barat ini hanya terjadi sebentar. Suplai gas yang sempat terganggu sekarang sudah berhasil diatasi. "Pasokan gas ke Muara Karang terputus selama gangguan, tapi sekarang sudah normal," kata dia.

    PLTGU Muara Karang memiliki 11 unit pembangkit listrik dengan kapasitas 1.600 megawatt, yang memasok kelistrikan Jakarta. Substitusi penggunaan BBM menjadi gas untuk PLTGU Muara Karang diperkirakan dapat menghemat biaya bahan bakar Rp 6 triliun.

    BERNADETTE CHRISTINA

    Berita Terpopuler
    Ini, 10 Miliarder Indonesia 2012 Versi Forbes

    Kampanye Hitam Kertas Indonesia Diminta Dihentikan

    BNI Kucurkan Beasiswa Semiliar di UGM

    Pengusaha Batu Bara Banyak Ngemplang Pajak

    Airbus Resmikan Pabrik A350



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.