Senin, 26 Februari 2018

Bumi Resources Diperiksa Gara-gara Whistleblower  

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 25 September 2012 11:32 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bumi Resources Diperiksa Gara-gara Whistleblower   

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Keputusan Bumi Plc untuk memeriksa kejanggalan keuangan di Bumi Resources kabarnya dipicu oleh laporan orang dalam (whistleblower). Selasa, 25 September 2012 ini, sejumlah media memberitakan bahwa Bumi Plc--perusahaan berbasis di London, Inggris, yang memegang saham 29,2 persen Bumi Resources--mengambil langkah drastis tersebut setelah mendapat laporan soal kejanggalan keuangan (financial irregularities) di Bumi Resources.

    Bumi Resources sendiri adalah bagian dari kerajaan bisnis Bakrie dan disebut-sebut sebagai produsen batubara terbesar di Indonesia. Salah satu kejanggalan yang dilaporkan adalah soal perubahan nilai dana pembangunan (development funds) di PT Bumi Resources Tbk dan nilai satu aset PT Berau Coal Energy Tbk.

    Nilai kedua aset itu diubah menjadi nol pada laporan keuangan Bumi Plc pada 31 Desember 2011 lalu.  Hanya satu investasi senilai US$ 39 juta yang tidak diubah.

    Wall Street Journal dalam laporannya Selasa, 25 September 2012 menduga aset yang diubah nilainya menjadi nol adalah aset Gallo Oil Ltd dari New Jersey, Amerika Serikat. Gallo mempunyai dua konsesi pengeboran minyak dan gas bumi di Yaman dan sebuah pabrik pengolahan batubara di Indonesia.

    Penyelidikan independen ini juga akan menelusuri penggunaan dana sebesar US$ 300 juta yang diklaim dipakai perusahaan-perusahaan Bumi untuk memulai proyek baru. Otoritas Jasa Keuangan dan Kantor Penanganan Pelanggaran Serius (Serious Fraud Office) di bursa saham Inggris kabarnya sudah mengetahui rencana penyelidikan ini.

    Dihubungi pada Senin, 24 September 2012, manajemen Borneo, pemegang saham lain di Bumi Plc,  mengaku belum tahu soal rencana pemeriksaan ini. "Kami belum mengetahui persis. Tetapi kelihatannya ada kaitannya dengan Nat Rotschild," ujar Direktur Borneo, Kenneth Allan.

    SUTJI DECILYA | BERBAGAI SUMBER

    Berita Terpopuler:
    Penyidik KPK yang Ditarik Mengaku Diteror  

    Taufiq Kiemas Kapok Koalisi dengan Gerindra

    Tujuh Polwan Pernah Menyamar Jadi Pelacur Keyko

    Pemilik Situs Triomacan2000 Dilaporkan ke Polisi 

    Kemenangan Jokowi Untungkan Siapa? 


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.