Korupsi Memperburuk Kualitas Infrastruktur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dok. TEMPO

    Dok. TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Tingginya angka korupsi di Indonesia membuat belanja infrastruktur semakin tak berkualitas. Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) mencatat akibat korupsi, peningkatan anggaran tidak diikuti oleh membaiknya kualitas infrastruktur.

    "Padahal, pelaku usaha masih dihadang kendala infrastruktur untuk mengembangkan bisnisnya." kata peneliti KPPOD, Ratnawati Muyanto, dalam diskusi publik di kantor Asosiasi Pengusaha Indonesia, Senin, 17 September 2012.

    Ratnawati mengatakan, semakin tinggi korupsi suatu lembaga atau instansi pemerintah bakal membuat belanja pemerintah di sektor infrastruktur semakin boros. Berdasarkan penelitian KPPOD, korupsi paling banyak terjadi pada sektor pengadaan barang dan jasa.

    Menurut Ratnawati, ada dua model yang menunjukkan pengaruh korupsi terhadap kualitas infrastruktur jalan di daerah. Pada model pertama, korupsi bakal cenderung menambah anggaran belanja infrastruktur pemerintah daerah lantaran kontraktor proyek memasukkan biaya yang telah digelembungkan (mark-up) dalam hitungan bisnisnya.

    "Ada persekongkolan, misalnya saat konstruksi material yang digunakan lebih rendah kualitasnya dibandingkan barang yang seharusnya digunakan," katanya.

    Dalam model kedua, menurut dia, korupsi bisa mengakibatkan turunnya penerimaan negara atau daerah. Hal ini terjadi pada kasus penyalahgunaan pendapatan negara atau daerah seperti korupsi pajak daerah, penggelapan retribusi atau penyalahgunaan dana transfer pusat. Ia pun menyimpulkan terjadinya korupsi pada anggaran disebabkan lemahnya pengawasan administrasi birokrasi.

    "Kurangnya partisipasi kelompok masyarakat sipil juga memiliki dampak yang besar," ujarnya.

    ROSALINA

    Terpopuler:
    Anggaran Negara Dinilai Terkuras Untuk Bayar Utang

    Renegosiasi 14 Perusahaan Tambang Hampir Rampung

    Tambahan Kuota BBM Diusulkan 4 Juta Kiloliter

    Pasokan BBM Jakarta Ditambah 400 Ribu Kiloliter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.