Bulog Akan Bentuk Tiga Anak Usaha

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beras Operasi Pasar Bulog. TEMPO/Prima Mulia

    Beras Operasi Pasar Bulog. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Umum Bulog akan membuat tiga anak perusahaan yang bergerak di bidang hulu (on-farm), distribusi, dan hilir. Direktur Utama Perum Bulog, Sutarto Alimoeso, mengatakan pembentukan tiga anak usaha itu menyusul revitalisasi yang dilakukan pemerintah terhadap Bulog untuk menangani stabilisasi tiga komoditas pangan, yaitu beras, gula, dan kedelai.

    Dasar pembentukan tiga anak perusahaan yang membawahi tiga unit itu untuk mengembangkan usaha agar mendapat keuntungan. "Kalau kami hanya menangani beras, sebagai Perum tidak akan cukup menangani tiga komoditas tersebut. Karena Perum harus membayar semua aktivitasnya dari hasil usahanya dan memperoleh keuntungan," kata Sutarto, Senin, 10 September 2012.

    Tiga anak perusahaan ini akan dibentuk dari tiga unit usaha Bulog yang telah ada, yaitu unit pengolahan beras dan gabah plus di sisi hulu, unit jasa di sisi distribusi, dan Bulogmart di sisi hilir. Dari ketiga unit usaha tersebut, baru unit jasa yang sudah siap menjadi anak perusahaan pada tahun ini.

    Dengan pembentukan tiga anak perusahaan dari unit usaha yang telah ada ini, Bulog berharap bisa memotong mata rantai tata niaga beras, gula, dan kedelai. Bulog membangun unit usaha agar mampu menghidupi perusahaan sekaligus berfungsi sebagai stabilisator.

    Bulog juga berencana menyediakan alat-alat mesin pertanian yang bisa kerja sama pada kelompok tani, sehingga Bulog bisa mendapat gabah dan beras langsung dari petani.

    Sedangkan Bulogmart akan dipersiapkan sejak tahun ini agar bisa menjadi anak perusahaan Bulog. Nantinya, Bulogmart menjadi pusat penjualan tiga komoditas Bulog dari produsen, yaitu petani ke tingkat pedagang besar. "OP (operasi pasar) juga saya rasa nantinya bisa melalui Bulogmart. Jadi dari hulu ke hilir kami kerjakan khusus pangan pokok," kata Sutarto.

    Wakil Komisi Pertanian Dewan Perwakilan Rakyat, Herman Khaeron, menyambut baik rencana pembentukan anak perusahaan Bulog untuk memangkas tata niaga dan distribusi pangan pokok. "Untuk stabilkan harga tidak cukup operasi pasar. Fluktuasi harga bisa terjadi kapan saja. Kalau komoditas itu hadir di tengah masyarakat maka harga bisa ditekan," ujarnya.

    Namun, pembentukan anak perusahaan ini tidak akan berpengaruh pada besaran subsidi yang digelontorkan pada Bulog. Anak perusahaan Bulog itu nantinya untuk menjaga pasokan dan permintaan dalam menstabilisasi harga. “Anak perusahaan hanya untuk efisiensi saja," ucapnya.

    ROSALINA

    Terpopuler:
    Gelombang Badai Utang Bakrie

    Garuda Belum Peroleh Pinjaman US$ 200 Juta

    Banyak Kontraktor Migas Hanya Incar Lisensi lahan

    Cina Desak Negara APEC Kembangkan Infrastruktur

    Pertamina Aktifkan Anjungan yang Tertabrak Kapal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.