Karawang Bersiap Jadi Kota Aerotropolis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik di Bandar Udara Radin Inten II (Branti), Sabtu, khususnya yang akan meninggalkan Lampung terus mengalami peningkatan sejak sehari setelah Lebaran (H+1) hingga Jumat (H+4), dengan total pemudik sebanyak 8.823 orang, sehingga pihak bandara menambah jadwal penerbangan sejumlah maskapai menjadi 18 kali. ANTARA/Taufik Hidayat

    Pemudik di Bandar Udara Radin Inten II (Branti), Sabtu, khususnya yang akan meninggalkan Lampung terus mengalami peningkatan sejak sehari setelah Lebaran (H+1) hingga Jumat (H+4), dengan total pemudik sebanyak 8.823 orang, sehingga pihak bandara menambah jadwal penerbangan sejumlah maskapai menjadi 18 kali. ANTARA/Taufik Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum saat ini sedang menyusun pola pembangunan kota di sekitar bandara atau yang dikenal dengan istilah aerotropolis. Dirjen Penataan Ruang Kementerian PU, Imam S Ernawi, mengatakan rancangan tersebut dibuat menyusul wacana pembangunan bandara di Karawang.

    "Maksudnya adalah saling melengkapi dengan apa yang saat ini sedang disusun studinya oleh Japan International Cooperation Agency (JICA)," ujar Imam kepada Tempo di kantornya, Selasa, 4 September 2012.

    JICA adalah perusahaan yang saat ini diminta oleh pemerintah melakukan uji kelayakan tentang kemungkinan pembangunan bandara internasional di Karawang. Proses uji kelayakannya sendiri direncanakan selesai September ini. Setelah itu, hasilnya akan dibahas oleh pemerintah.

    Menurut Imam, inisiatif ini diambil oleh Kementerian PU agar nantinya ketika pembangunan bandara memang disetujui, maka pihaknya sudah punya cetak biru apa yang akan dilakukan selanjutnya.

     Bahkan, kata Imam, studi yang juga dilakukan oleh Kementerian merupakan bentuk sinergisitas dari apa yang dilakukan JICA. Bisa dibilang studi ini menambal lubang studi yang dilakukan JICA.

     "Di negara-negara lain yang ada di dunia, konsep aerotropolis menjadi topik yang hangat diperbicangkan karena banyak keuntungan yang didapat," ujar Imam.

    Pembangunan bandara di Karawang akhir-akhir ini sedang ramai dibicarakan. Pasalnya, rencana tata ruang wilayah Karawang, bahkan Jawa Barat, belum memperuntukkan kawasan tersebut sebagai bandara.

    Menurut Imam, bisa saja Rencana Tata Ruang Wilayah tersebut direvisi jika proyek tersebut disepakati. Hanya saja proses revisi RTRW bisa dilakukan tiap lima tahun sekali.

    SYAILENDRA

    Berita terpopuler lainnya:
    Pertamax Naik, Warga Kembali Beli Premium
    Ekonomi Syariah Indonesia Dinilai Terbaik di Dunia

    Asumsi Meleset, Kuota BBM Jebol

    5 Tahun Lagi, Jakarta Punya MRT

    ''Kemiskinan Adalah Masalah Klasik Negara'' 

    Hortikultura Indonesia Masih Didominasi Produk Cina

    Volume Ekpor Mineral Tinggal 1,7 Juta Ton

    Penguatan Euro Kini Giliran Bebani Rupiah

    Pemilik Sertifikat Legalitas Kayu Minta Insentif

    Yogyakarta Masih Butuh 100 Ribu Pengusaha Lagi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.