Indonesia Butuh 18 Ribu Pilot

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Federasi Pilot Indonesia (FPI) Capt. Hasfrinsyah (tiga kiri) bersama beberapa pilot maskapai penerbangan usai memberikan keterangan terkait maraknya pilot yang diduga kuat menyalagunakan narkoba jenis sabu di Jakarta, Rabu (8/2). ANTARA/ Dhoni Setiawan

    Presiden Federasi Pilot Indonesia (FPI) Capt. Hasfrinsyah (tiga kiri) bersama beberapa pilot maskapai penerbangan usai memberikan keterangan terkait maraknya pilot yang diduga kuat menyalagunakan narkoba jenis sabu di Jakarta, Rabu (8/2). ANTARA/ Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO , Jakarta - Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, menyatakan penerbangan di kawasan Asia Pasifik berkembang pesat. Ia menyebut pada 2030, 50 persen jumlah pesawat di Asean, atau sekitar 2.000 pesawat, akan berbasis di Indonesia.

    "Oleh karena itu Indonesia masih membutuhkan 18 ribu pilot lagi," ujar Emirsyah dalam Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition 2012 di Jakarta Convention Center, Rabu 29 Agustus 2012.

    Emirsyah mengatakan kebutuhan akan belasan ribu pilot tersebut juga penting untuk menggantikan para pilot yang pensiun. Selain pilot, kata dia, Indonesia juga masih membutuhkan banyak teknisi. Dibandingkan dengan pilot, Emirsyah mengatakan kebutuhan atas teknisi lebih sulit untuk dipenuhi.

    Seorang pilot menyelesaikan pendidikan di sekolah penerbangan selama 18 bulan dan menjad co-pilot selama 6-bulan sebelum akhirnya menjadi pilot. Sedangkan seorang teknisi, kata Emirsyah, perlu menempuh pendidikan formal untuk mendapatkan gelar insinyur teknik dan memiliki pengalaman 4 sampai 5 tahun dalam pemeliharaan pesawat, untuk bisa menjadi teknisi pesawat. "Butuh waktu panjang untuk mendapatkan teknisi," kata Emirsyah.

    Emirsyah pun menyatakan jumlah sekolah tinggi penerbangan (STP) di Indonesia masih kurang. Saat ini Indonesia baru memiliki 13 STP. Sedangkan Filipina sudah memiliki 53 STP.

    Ia pun membandingkan jumlah STP di Indonesia dengan yang ada di Amerika Serikat. Emirsyah mengungkapkan, di Amerika Serikat dengan populasi 230 juta orang, ada lebih dari 1.000 STP. "Di Indonesia, dengan jumlah populasi sama, hanya ada 13 STP," ujarnya.

    MARIA YUNIAR

    Berita terpopuler lainnya:
    Curhat Polisi Soal Tragedi Syiah di Sampang
    Menteri Lingkungan Imbau Pria Pipis Sambil Duduk

    Dahlan: Tidak Ada yang Mau Beli Djakarta Lloyd

    Sipilis Jangkiti Para Aktor Film Porno AS

    NU: Syiah Tidak Sesat, Hanya Berbeda

    ''R'', Si Provokator Penyerangan Syiah di Sampang 

    Drogba-Anelka Terancam Dilego Shanghai Shenhua

    SBY Pidato, Anak-Anak Tidur

    La Nyalla Tantang AFC

    Biaya Hidup Putin Rp 20 Triliun per Tahun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H