Lampaui Batas Atas Tarif, Tiga Maskapai Ditegur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lion Air. TEMPO/Iqbal Lubis

    Lion Air. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan mengeluarkan surat peringatan kepada tiga maskapai pelanggar batas atas tarif yang diberlakukan secara resmi. "Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memberikan surat peringatan kepada Lion, Aviastar, dan Citilink," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Herry Bakti S. Gumay, di kantornya, Selasa, 28 Agustus 2012. 

    Peringatan ini dikeluarkan setelah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memantau tarif di Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Radin Inten (Bandar Lampung), dan Bandara Sultan Thaha (Jambi). Dari hasil pemantauan pada Juli-Agustus atau selama periode Lebaran 2012 tersebut, pemerintah menemukan pelanggaran tarif.

    PT Lion Mentari Airlines A (Lion Air) menerima surat peringatan untuk sembilan rute. Kesembilan rute tersebut adalah Jakarta-Palangkaraya, Jakarta-Denpasar, Jakarta-Solo, Jakarta-Banjarmasin, Jakarta-Batam, Jakarta-Semarang, Jakarta-Lombok Internasional, Jakarta-Palembang, serta Jakarta-Yogyakarta. Lion Air dinyatakan memberlakukan tarif melebihi tarif batas atas sebesar 0,43-1 persen.

    Surat peringatan serupa juga diterima PT Aviastar Mandiri (Aviastar) dan PT Citilink Indonesia (Citilink). Aviastar dinyatakan memberlakukan tarif yang melebihi tarif batas atas sebesar 3 persen untuk rute Jakarta-Ketapang.

    Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memberikan surat peringatan kepada Citilink karena maskapai tersebut menaikkan tarif melebihi tarif batas atas sebesar 15 persen untuk penerbangan Jakarta-Banjarmasin. Sampai saat ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara masih melakukan evaluasi data tarif penumpang di Bandara Radin Inten dan Bandara Sultan Thaha.

    Pemantauan di kedua bandara tersebut dilaksanakan pada 23-25 Agustus 2012. Sedangkan pemantauan di Bandara Soekarno-Hatta telah dilakukan dalam dua periode. Pemantauan periode pertama dilakukan pada 30 Juli-3 Agustus 2012. Sedangkan pemantauan berikutnya dilakukan pada 13-15 Agustus 2012.

    Senior Manager Marketing and Communication Citilink, Aristo Kristandyo membatah pihaknya melanggar batas atas tarif penerbangan. Aristo mengakui, pihaknya mendapat surat teguran dari Kementerian Perhubungan, namun pihaknya sudah memberi jawaban berisi klarifikasi. "Surat kami terima tanggal 15 Agustus, kami menjawab tanggal 16 Agustus," ujar Aristo kepada Tempo, Selasa, 28 Agustus 2012.

    MARIA YUNIAR | MARTHA THERTINA


    Bisnis Terpopuler

    OJK Buka Lowongan 2500 Pegawai

    Menteri Dahlan Ogah Bantu Merpati Lagi

    Proyek Monorail Jakarta Tak Gunakan APBD

    BCA Akan Luncurkan Kembali KPR Bunga Tetap

    Kebutuhan Uang Lebaran Ternyata di Bawah Estimasi

    Dahlan : 15 Pabrik BUMN Selesai Tahun 2013

    Investasi 2013 Diyakini Capai US$ 30 Miliar

    Merpati Buka Penerbangan Mataram-Sumbawa 

    Merpati Perpanjang Kerja Sama dengan Merauke 

    BI Soroti Kredit Investasi Industri Non-Ekspor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.