Pesawat Lion Air Serempet Airfast

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Lion Air menyerempet pesawat Airfast di apron Bandara Soekarno Hatta, Jumat (24/8). Foto: Rudy Setyopurnomo

    Pesawat Lion Air menyerempet pesawat Airfast di apron Bandara Soekarno Hatta, Jumat (24/8). Foto: Rudy Setyopurnomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat Lion Air menyerempet pesawat Airfast Indonesia pada Jumat dinihari, 24 Agustus 2012. Corporate Secretary Angkasa Pura II Trisno Heryadi mengatakan kejadian tersebut terjadi di tempat parkir pesawat.

    "Peristiwa terjadi sekitar pukul 03.05 WIB di areal parkir pesawat Bandara Soekarno-Hatta," kata Trisno ketika dihubungi Tempo, Jumat, 24 Agustus 2012.

    Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya, Trisno belum bisa mengkalkulasi berapa kerugian akibat insiden ini.

    Juru bicara Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan, menduga insiden tersebut akibat kelalaian ketika proses parkir. "Jadi, saat pesawat ditarik atau istilahnya push back, ada rutenya. Nah, mungkin sedikit keluar jalur sehingga serempetan," kata Bambang.

    Bambang mengatakan, saat ini, pihak terkait masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut.

    Dari gambar yang beredar di layanan microblogging Twitter, tampak ujung sayap sebelah kanan pesawat Lion Air membentur ekor pesawat Airfast yang dalam posisi terparkir.

    SYAILENDRA

    Berita terpopuler lainnya:
    Mengapa Isu Agama Tak Laku di Amerika Serikat?
    Sri Mulyani Wanita Paling Berpengaruh Dunia ke-72

    Dialog Kebakaran TVOne Digerudug Massa

    Pangeran William Tak Kaget dengan Foto Bugil Harry

    Cruyff Sebut Mourinho Pesepakbola Gagal

    Harry, Pangeran Tampan yang ''Tersesat''

    Hubungan Intim Mulai Membosankan? Cobalah Tips Ini

    Bourne Legacy Tanpa Cita Rasa Jason Bourne

    Hampir Separuh PNS DKI Jakarta Tak Masuk Hari Ini

    Foto Bugil Harry Teridentifikasi dari Kalung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.