H-2 Lebaran , Konsumsi Premium Naik 30 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Kepolisian Resor Madiun memeriksa tanki truk pengangkut BBM saat truk memasok BBM di SPBU Jalan Raya Madiun-Ponorogo, Desa Sangen, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Kamis (15/3). TEMPO/Ishomuddin

    Petugas Kepolisian Resor Madiun memeriksa tanki truk pengangkut BBM saat truk memasok BBM di SPBU Jalan Raya Madiun-Ponorogo, Desa Sangen, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Kamis (15/3). TEMPO/Ishomuddin

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi jenis Premium melonjak sekitar 30 persen menjelang Lebaran. Juru bicara PT Pertamina (Persero), Ali Mundakir, mengatakan pihaknya sudah menyalurkan 2,1 juta kiloliter pada dua hari sebelum Lebaran ke seluruh Indonesia.

    "Perkiraan lonjakan terjadi hari ini sebanyak 100 ribu kiloliter," kata Ali, Jumat, 17 Agustus 2012. Jumlah ini meningkat dibandingkan konsumsi rata-rata hari biasa sebanyak 75 ribu kiloliter. Tahun lalu, lonjakan pada H-2 Lebaran mencapai 95 ribu kiloliter.

    Menurut dia, kenaikan konsumsi ini dinilai masih dalam batas normal. "Sebab, secara keseluruhan, penggunaan Premium pada tahun ini meningkat 6 persen."

    Untuk pendistribusian di jalur mudik, Pertamina mengantisipasi dengan menggunakan sistem kantong. Sistem ini menyediakan sebuah truk tangki yang disebut kantong, masing-masing di 53 titik rawan kemacetan di Pulau Jawa dan Sumatera.

    Di Jawa, jumlah kantong sebanyak adalah 38 titik di pantai utara dan selatan, mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Sedangkan sisanya ditempatkan di sepanjang Pulau Sumatera.

    Truk ditempatkan di dekat stasiun pengisian bahan bakar. Fungsinya adalah mempersingkat waktu distribusi ke SPBU apabila pasokan Premium dari kilang terdekat mengalami hambatan.

    Selain penggunaan sistem kantong, Pertamina juga mengurangi separuh jumlah solar yang ada di tiap SPBU di jalur mudik. Jumlah solar yang dikurangi diganti dengan Premium. "Karena penggunaan solar turun," kata Ali.

    Hingga hari ini pihaknya belum mendapatkan laporan adanya kekurangan pasokan di jalur mudik. "Kami, kan, sudah mengimpor dari jauh hari, jadi tidak mungkin kekurangan pasokan."

    SATWIKA MOVEMENTI

    Berita populer:
    Gus Dur Dukung Ahok
    SBY Gusar, Ini Klarifikasi Antasari Azhar
    Mahar Miliaran Pendukung Calon Gubernur
    Kirab Mobil Esemka, Jokowi Duduk Di Atap
    Jusuf Kalla Dukung Pernyataan SBY Soal Century
    Presiden SBY: Terima Kasih KPK
    Sandi Dibunuh dan Diseret 200 Meter
    Arsenal Terpaksa Jual Van Persie
    Dukungan Fauzi Bowo, Bersatu-padu untuk Doku
    Dirjen Pajak : Kami Tahu Jaringan Mafia Pajak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.