Pertamina Berikan Insentif untuk SPBU Titipan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Pengolahan Pertamina, Chrisna Damayanto (kanan) didampingi Direktur Marketing and Trading Pertamina, Hanung Budya (kiri) membantu mengisikan BBM non subsidi pada peresmian SPBU Pertamina Khusus Pertamax di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (27/4). ANTARA/Reno Esnir

    Direktur Pengolahan Pertamina, Chrisna Damayanto (kanan) didampingi Direktur Marketing and Trading Pertamina, Hanung Budya (kiri) membantu mengisikan BBM non subsidi pada peresmian SPBU Pertamina Khusus Pertamax di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (27/4). ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Tegal - Pertamina segera memberikan insentif secara khusus terhadap stasiun pengisian bahan bakar minyak umum (SPBU) yang mendapat titipan menyuplai kebutuhan BBM nonsubsidi untuk kepolisian. “Ini untuk membantu pengusaha SPBU dari kerugian atas kemungkinan penguapan bahan bakar yang dititipkan,” ujar Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya saat kunjungan kerja di Depo Pertamina Tegal, Ahad, 12 Agustus.

    Menurut Hanung, kebijakan ini terkait sikap Kapolri yang telah mengajukan penggunaan BBM nonsubsidi jenis Pertamax beberapa waktu lalu. Namun ia mengaku belum bisa memastikan besaran insentif yang hendak dikeluarkan. “Keputusan nilai insentif masih dibahas,” katanya.

    Hanung mengaku sistem penitipan bahan bakar khusus ini berlaku bagi institusi kepolisian di daerah yang tak punya fasilitas stasiun pengisian secara mandiri. Pertamina berencana menunjuk sejumlah SPBU sebagai lembaga penitipan bahan bakar.

    Selain memberikan insentif, Pertamina juga membebaskan biaya pengiriman bahan bakar khusus kepolisian ini. “Semua ditanggung oleh Pertamina, kepolisian tak usah membayar biaya pengiriman,” katanya. Berdasarkan catatannya, selama ini kebutuhan bakar bakar kepolisian secara nasional mencapai 440 kiloliter per tahun.

    Manajer SPBU 445.21.08 Muri Damyak, Kabupaten Tegal, Elizabet Dewi Iranawati, mengaku siap menerima titipan kebutuhan BBM nonsubdisidi kepolisian. Namun, ia memberikan catatan, BBM titipan mesti dalam kuota rendah. “Kalau banyak, kami tak punya fasilitas tabung penampungan BBM,” katanya.

    Ia beralasan, SPBU yang ia kelola telah mendapat target penjualan sendiri oleh Pertamina sehingga tak bisa sembarangan untuk melayani secara khusus. “Maksimal satu ton kami bisa, lainnya untuk pemenuhan penjualan yang telah ditargetkan,” katanya.

    EDI FAISOL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.