Dahlan: Satelit Gagal Luncur, Itu Sudah Risiko  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wikimedia.org

    Wikimedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan telah menerima informasi mengenai hilangnya Satelit-3 milik PT Telkom.

    "Dalam peluncuran satelit, kalau gagal, itu jadi risiko yang sudah dihitung," kata Dahlan dalam acara buka puasa bersama di kediaman Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II Richard Joost Lino, di Pejaten, Selasa, 7 Agustus 2012.

    Dahlan mengatakan tidak akan mencampuri kebijakan korporasi, yakni PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), atas hilangnya satelit tersebut.

    Seperti diberitakan, roket Proton-M milik pemerintah Rusia gagal meluncur ke orbit setelah mengalami kegagalan mesin pendorong akhir. Satelit milik Telkom senilai US$ 150 juta yang berada di dalamnya tak sampai pada ketinggian operasional.

    "Roket terakhir bersama dua satelit di dalamnya tak terlihat pada orbit transisi Selasa ini," ujar juru bicara Russian Federal Space Agency (Roscocosmos) kepada Interfax-AVN.

    Roket beserta muatan diluncurkan dari pusat peluncuran Baikonur Cosmodrome, Selasa, 7 Agustus 2012, pukul 03.31 WIB. Roket ini dibagi ke dalam tiga kali dorongan. Dua dorongan pertama berlangsung sukses.

    Laporan sementara menyebutkan mesin pendorong Briz-M, yang seharusnya bermanuver selama 18 menit 7 detik, tidak bekerja sempurna. Pendorong terakhir ini hanya bekerja selama tujuh detik sehingga dipastikan gagal mengantar muatan ke orbit yang diinginkan.

    MARIA YUNIAR

    Terpopuler:
    Kekasih Anda Ternyata Gay? Kenali dari Matanya

    Begini Pesawat NASA Mendarat di Mars

    Gunung di Mars, Gambar Pertama Kiriman Curiosity

    Obama Puji Pendaratan Curiosity di Mars

    Pendaratan Curiosity di Mars, NASA Sebut Keajaiban

    Mengapa Burung Cuckoo Harus Menyamar?

    Tubuh Curiosity Mirip Manusia

    Roket Rusia Gagal Bekerja, Satelit Telkom-3 Hilang

    Samsung Luncurkan Galaxy Note 10 Inci

    Tim formula UGM Bimasakti Berlaga di Jepang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.