Sosialisasi Penjualan Obligasi ke Pemda Kurang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Sosialisasi penjualan obligasi ke pemerintah daerah masih kurang. Hal ini, kata Dirjen Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah Depkeu, Machfud Sidik, Senin (7/1), mengakibatkan sejumlah pemerintah daerah masih beranggapan uang yang ditukar dengan obligasi sebagai diambil oleh pemerintah pusat. Seusai sidang kabinet bidang ekonomi, Machfud mengatakan, “Ini yang belum kita tangkap dari mereka. Sosialisasinya yang kurang.” Machfud sumber pembiayaan paling aman untuk negara yang menganut anggaran defisit adalah dari dalam negeri. Dan salah satu sumber pembiayaan dalam negeri adalah penjualan obligasi ke pemerintah daerah. “Terutama ke daerah-daerah yang memiliki kelebihan anggaran,” katanya. Machfud mengatakan sebenarnya sudah banyak pemerintah daerah yang mulai berminat untuk membeli obligasi, tanpa mau menyebutkan daerah mana saja. "Tetapi, harus memberikan penjelasan terlebih dahulu kepada DPRD-nya. Selama ini masih banyak yang menganggap pemerintah suka bohong-bohongan. Ini nipu apalagi. Jadi semacam kecurigaan. Nah inilah yang berkembang di situ,” akunya. Pada 2001, pemerintah menjual obligasi senilai Rp 667 miliar ke pemerintah daerah, tapi belum semuanya terserap pasar. (ebnu yufriadi-tempo news room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.