Sampoerna Resmikan Dua Pabrik Sigaret Kretek Tangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung menyaksikan koleksi rokok di Museum Kretek, Kudus, Jateng, (17/5). Museum yang berdiri sejak 1986 yang berisi sejarah munculnya kretek di Kudus tersebut juga merupakan satu-satunya museum kretek di dunia. ANTARA/ Andreas Fitri Atmoko

    Sejumlah pengunjung menyaksikan koleksi rokok di Museum Kretek, Kudus, Jateng, (17/5). Museum yang berdiri sejak 1986 yang berisi sejarah munculnya kretek di Kudus tersebut juga merupakan satu-satunya museum kretek di dunia. ANTARA/ Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Surabaya - PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (Sampoerna) meresmikan dua pabrik sigaret kretek tangan (SKT) di Probolinggo dan Lumajang, Jawa Timur. Presiden Direktur PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk John Gledhill mengatakan, pembangunan dua pabrik tersebut diharapkan bisa menciptakan lebih dari 8.400 lapangan kerja tetap bagi warga setempat.

    “Pabrik baru ini memperkuat tradisi SKT Sampoerna yang dimulai sejak tahun 1913 dan dukungan kami terhadap ketenagakerjaan dan pemberdayaan masyarakat di Jawa Timur,” ucap John dalam siaran persnya, di Surabaya, Rabu 11 Juli 2012.

    Dia mengatakan Probolinggo dan Lumajang memiliki tradisi pertanian tembakau yang kaya. “Sampoerna berkomitmen untuk melestarikan tradisi tersebut dengan berinvestasi di Jawa Timur.”

    Kedua pabrik yang berlokasi di Kraksaan, Probolinggo, dan Kunir, Lumajang, akan memfokuskan produksi Dji Sam Soe. Ini salah satu merek SKT terkemuka di Indonesia yang pada tahun 2012 ini merayakan HUT-nya yang ke-99.

    Kedua pabrik baru tersebut juga akan memberi sumbangsih kepada masyarakat melalui program-program tanggung jawab sosial (corporate social responsibility) yang dilakukan Sampoerna. Termasuk dalam bidang pendidikan, pengentasan kemiskinan dan penanggulangan bencana. Sampoerna, anak perusahaan dan ke-38 mitra produksi sigaretnya (MPS) memiliki sekitar 95.000 tenaga kerja, dan merupakan salah satu penyumbang lapangan kerja terbesar di Indonesia.

    Bupati Probolinggo, Drs H. Hassan Aminuddin mengatakan, dengan keberadaan PT HM Sampoerna di Kabupaten Probolinggo, telah menyerap tenaga kerja sebanyak 4.600 orang. “Untuk itu, kami atas nama pemerintah Kabupaten Probolinggo dan seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tak terhingga, karena dengan adanya PT HM Sampoerna telah banyak memberikan dampak sosial bagi masyarakat, sehingga akan membawa hidup masyarakat Kabupaten Probolinggo lebih sejahtera lagi,” katanya.

    SETIAWAN ADIWIJAYA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.