BPS Ramal Produksi Padi Naik 4,31 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petani memanen padi di areal persawahan miliknya di Desa Grojogan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, Senin (4/6). ANTARA/Noveradika

    Seorang petani memanen padi di areal persawahan miliknya di Desa Grojogan, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, Senin (4/6). ANTARA/Noveradika

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka ramalan (ARAM) I tahun 2012 produksi padi meningkat 4,31 persen. Produksi nasional diperkirakan naik dari 65,76 juta ton gabah kering giling pada 2011 menjadi 68,59 juta ton tahun ini.

    Kepala BPS, Suryamin, mengatakan angka ramalan ini diperoleh dari perhitungan produksi riil selama Januari-April, plus angka perkiraan produksi Mei-Desember. \"Bukan meramal seluruh bulan. Prediksi hanya untuk bulan Mei-Desember,\" kata Suryamin kepada wartawan di kantor BPS, Jakarta, Senin, 2 Juli 2012.

    Suryamin menjelaskan, peningkatan produksi tahun ini dipengaruhi dua hal utama. Pertama, luasan panen naik 1,80 persen sebesar 237,30 ribu hektare dibanding tahun lalu. Kedua, ada perkiraan perbaikan produktivitas sebesar 2,47 persen atau sekitar 1,23 kuintal per hektare. Peningkatan juga karena musim panen yang bergeser ke awal tahun.

    \"Musim tanam tahun lalu ada pergeseran di akhir tahun, sehingga produksinya masuk dalam hitungan riil Januari-April 2012,\" katanya.

    Faktor iklim juga mendukung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi iklim ke depan cukup normal, sehingga mendukung masa tanam dan panen padi.

    Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Udhoro Kasih Anggoro, mengatakan peningkatan produksi padi akan membuat surplus hingga akhir tahun sebesar 5,528 juta ton beras. Angka itu memperhitungkan jumlah konsumsi beras sebesar 135,01 kilogram per kapita per tahun.

    \"Dengan ARAM 1 ini jumlah konsumsi beras sebesar 33,035 juta ton, sedangkan yang tersedia mencapai 38,563 juta ton beras,\" ujar Anggoro dalam kesempatan sama.

    Anggoro menjelaskan ada empat hal utama yang akan dilakukan pemerintah untuk menggenjot produksi padi. Di antaranya menekan laju konversi lahan sawah, mengurangi serangan organisme pengganggu tanaman, mengurangi tingkat susut produksi saat panen, dan meningkatkan infrastruktur jaringan irigasi sawah.

    ROSALINA

    Berita lain:
    Dahlan Iskan Dinilai Genit Mengejar Popularitas

    Bom Waktu Dahlan Iskan

    Serangan Balik terhadap Dahlan Iskan

    Kata Guardiola Soal Strategi \'\'False 9\'\' Spanyol

    Dahlan Iskan Seperti Koboi Mencari Lawan



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.