Target Surplus 10 Juta Ton Beras Terkendala Bupati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan bongkar beras di pasar induk Cipinang Jakarta Timur (16/3). TEMPO/Amston Probel

    Pekerja melakukan bongkar beras di pasar induk Cipinang Jakarta Timur (16/3). TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Suswono menuding maraknya konversi lahan sawah terjadi karena tindakan bupati di daerah. Bupati dinilai terlalu mudah memberikan izin konversi dari sawah ke pembangunan lain seperti perumahan.

    "Bupati kurang care terhadap lahan pertanian yang ada, beri izin besar-besaran," katanya dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi, Rabu, 9 Mei 2012.

    Dia menuturkan ada juga beberapa oknum yang sengaja merusak lahan irigasi pertanian agar memiliki alasan untuk melakukan konversi sawah. Padahal masalah konversi ini bukan hanya berkaitan dengan investasi sawah, tapi juga investasi bendungan untuk irigasi yang nilainya mencapai triliunan rupiah.

    Setidaknya konversi lahan sawah mencapai 100 ribu hektare per tahun di berbagai daerah. Tingginya angka konversi membuat target surplus beras 10 juta ton pada 2014 mengalami kendala. Kementerian Pertanian mengakui masalah konversi menjadi kendala dalam pencapaian target surplus 10 juta ton beras di 2014.

    Selain konversi, ancaman lainnya adalah irigasi yang rusak. Kementerian Pertanian mencatat prasarana irigasi di Indonesia yang masih dalam kondisi baik hanya tersisa 48 persen atau 3,48 juta hektare. Sisanya dalam kondisi rusak berat sebesar 705 ribu hektare (10 persen), rusak sedang 1,87 juta hektare (26 persen), dan rusak ringan 1,17 juta hektare (16 persen).

    Masalah lain dari peningkatan produksi beras, kata Suswono, adalah banyaknya petani yang beralih ke komoditas lain. Petani padi di beberapa daerah mulai beralih menanam sawit. Ada juga yang ditemukan mulai beralih menanam tanaman sengon yang lebih menguntungkan.

    "Di Jawa sudah ada yang beralih ke sengon. Karena 4 sampai 5 tahun sudah bisa menghasilkan keuntungan yang lebih besar," ujarnya.

    Menurut dia, pemerintah perlu mencapai target surplus beras 10 juta ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan surplus beras 10 juta ton pun hanya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat selama 3 bulan karena kebutuhan beras per bulan mencapai 2,7-3 juta ton.

    "Surplus ini jadi prioritas karena pangan jadi persoalan yang sangat sensitif. Sebabnya, bisa berpengaruh ke politik, ekonomi, dan sosial," tutur dia.

    Pemerintah memiliki skenario pencapaian surplus beras 10 juta ton pada 2014. Pada 2011 produksi beras sebesar 36,95 juta ton, ditargetkan naik pada 2012 menjadi 38,13 juta ton atau naik 3,17 persen dari tahun lalu. Kemudian pada 2013 produksi ditargetkan sebesar 40,51 juta ton beras atau naik 6,25 persen dari tahun sebelumnya, sehingga pada 2014 tercapai surplus 10 juta ton beras dengan produksi 43,05 juta ton atau naik 6,25 persen.

    ROSALINA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.