Wamen Widjajono Meninggal Dunia Saat Evakuasi ke Pos 2  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo saat diskusi di kantor Tempo Jakarta, Selasa (27/03). Tempo/Fardi Bestari.

    Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo saat diskusi di kantor Tempo Jakarta, Selasa (27/03). Tempo/Fardi Bestari.

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo meninggal dunia dalam perjalanan evakuasi pukul 15.30 sore waktu Tambora, Nusa Tenggara Barat. “Dari pos tiga ke pos dua,” kata Ketua Umum Perhimpunan Pertambangan Indonesia, Irwandi Arif, Sabtu, 21 April 2012.

    Irwandi yang juga rekan Widjajono ini mengatakan jenazah masih dibawa ke pos satu, Tambora. Ia belum bisa memastikan jenazah kembali ke Jakarta. Sebelumnya, Wamen akan dievakuasi ke Rumah Sakit Sanglah Bali. Evakuasi sempat terhalang oleh kabut tebal.

    Widjajono merupakan guru besar dalam ilmu ekonomi dan pengelolaan lapangan migas pada Fakultas Ilmu Kebumian dan Tekmira, Institut Teknologi Bandung, sejak tahun 2004. Widjajono dikenal suka berpetualang mendaki gunung. Ketika kuliah ia suka mendaki gunung. Bahkan, ia ikut dalam organisasi pencinta alam di ITB.

    Widjajono Partowidagdo dilaporkan mengalami kondisi kritis saat melakukan pendakian di Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat. Wamen mendaki Gunung Tambora sejak Jumat pagi dan kritis akibat kekurangan oksigen pada pagi ini.

    Mantan Kepala Dinas Pertambangan NTB, Heriyadi Rahmat, mengaku mendapat laporan kondisi kritis itu pada Sabtu pagi, 21 April 2011, dari bekas stafnya yang melakukan pendakian bersama Wamen.

    SUNDARI

    Berita Terkait
    Jero Wacik Jemput Jenazah Wamen Widjajono

    Wamen Widjajono Meninggal Dunia di Gunung Tambora

    Wamen Widjajono Didampingi Dua Petugas Pos Tambora

    Rencananya, Wamen ESDM Dievakuasi ke Denpasar



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.