Terbang Lagi, Mandala Gunakan Terminal 3 Soetta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Mandala di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang, Banten, (6/3) TEMPO/Dasril Roszandi

    Pesawat Mandala di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang, Banten, (6/3) TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan Mandala Airlines menggunakan Terminal 3 Soekarno Hatta International Airport sebagai pusat penerbangan. "Terminal yang modern, seperti tidak di Indonesia," kata CEO Saratoga Capital, Sandiaga Uno, pemilik mayoritas saham Mandala ketika ditemui Kamis, 5 April 2012.

    Terminal 3, menurut Sandiaga, merupakan awal dalam komitmen Angkasa Pura II untuk menghadirkan bandara kelas dunia yang akan menjadi tolok ukur baru untuk desain bandar udara di Asia. Terminal 3 sudah menjadi pusat untuk penerbangan Mandala saat masih beroperasi. 

    "Mandala mendukung rencana besar Angkasa Pura II merealisasikan grand design Bandara Soekarno Utara," kata putra Mien Uno ini. Sandiaga berharap Bandara Soekarno Hatta menjadi lebih cantik dan modern dengan mengusung konsep aerotropolis.

    Mandala Airlines sendiri, memulai layanannya pada 5 April dengan penerbangan perdana dari Jakarta ke Medan. Penerbangan internasional dari Singapura ke Medan akan dimulai pada 20 April, dan penerbangan Jakarta ke Kuala Lumpur dimulai pada 4 Mei.

    Mandala Airlines kembali beroperasi di bulan April 2012 setelah tahun lalu berhenti terbang pada 13 Januari 2011, akibat kekurangan dana operasional dan menumpuknya utang. Tiger Airways Holding Limited resmi memiliki 33% saham di PT Mandala Airlines Indonesia.

    Tiger berpartner dengan perusahaan Sandiaga Uno, yaitu Saratoga. Investasi Tiger Airways dalam Mandala dikelola melalui anak perusahaan Tiger Airways di Singapura, Roar Aviation Pte. Ltd. Grup Saratoga memiliki saham sebesar 51,3%. Sisanya 15,7% saham masih dimiliki pemilik saham sebelumnya serta kreditor Mandala.

    SUNDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.