Dua Sisi Kenaikan Harga BBM

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dengan membawa peralatan dapur massa dari Hizbut Tahrir Indonesia, melakukan aksi penolakan rencana kenaikan harga BBM dijalan GUbernur Suryo, Surabaya, Minggu (03/25). TEMPO/Fully Syafi

    Dengan membawa peralatan dapur massa dari Hizbut Tahrir Indonesia, melakukan aksi penolakan rencana kenaikan harga BBM dijalan GUbernur Suryo, Surabaya, Minggu (03/25). TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO , Jakarta:Menunda kenaikan harga bahan bakar minyak bisa menjadi bom waktu. Harga minyak dunia terus merangkak naik, angka subsidi BBM pun membengkak. Tahun lalu besar subsidi hanya Rp 129 triliun, tahun ini diperkirakan akan melonjak menjadi Rp 137 triliun (bila harga BBM dinaikkan) atau menjadi Rp 178 triliun bila harga BBM tak dinaikkan. Inilah peta suara tiap partai.

    Usulan Pemerintah
    A. Opsi pertama: Kenaikan harga BBM berkisar Rp 1.500-2.000.
    Akibatnya pemerintah menanggung subsidi BBM Rp 137 triliun.
    B. Opsi kedua: Tanpa kenaikan harga BBM.
    Akibatnya pemerintah menanggung subsidi BBM Rp 178 triliun.

    Usulan Sementara Badan Anggaran DPR
    A. Opsi pertama: Kenaikan harga BBM tanpa memperhitungkan kenaikan listrik.
    Pemerintah menanggung subsidi BBM Rp 137 triliun.
    B. Opsi kedua: Tanpa kenaikan harga BBM.
    Pemerintah menanggung subsidi BBM Rp 178 triliun.

    Sikap Partai
    - Golkar
    Kenaikan harga BBM adalah opsi terakhir. Pemerintah diminta melakukan efisiensi, meningkatkan penerimaan pajak.

    - Partai Amanat Nasional
    Setuju harga BBM tetap dinaikkan lantaran banyaknya penyelewengan penggunaan BBM bersubsidi.

    - Partai Persatuan Pembangunan
    Menunda kenaikan, selama dua tahun pemerintah melakukan konversi BBM terhadap bahan bakar gas. Atau menyetujui kenaikan harga, tapi bantuan tidak disalurkan secara langsung dan kenaikan harga bukan Rp 1.500, melainkan Rp 500-1.000.

    - Partai Keadilan Sejahtera
    Kenaikan harga minyak bersubsidi ditunda dan dana kompensasi atas kenaikan harga BBM dijadikan pengganti untuk menutupi defisit anggaran negara.

    - PDI Perjuangan
    Memiliki tiga opsi: pembatasan, kenaikan, atau tidak ada kenaikan.

    - Gerindra
    Pemerintah harus melakukan evaluasi atas produksi minyak dan gas yang terus menurun, menghemat anggaran belanja, dan mencari energi alternatif.
    Pemberian bantuan langsung tunai bukan solusi karena tidak akan berarti menghadapi melejitnya harga bahan kebutuhan pokok.

    GUSTIDHA BUDIARTIE | ASTRI (PDAT) | SUKMA

    Berita Terkait
    Lima Ribuan Liter Solar Ditimbun di Laut  

    DPR Lepas Tangan Soal Kenaikan Harga BBM

    Wakil Wali Kota Surabaya Akan Pimpin Demo Tolak Kenaikan BBM  

    Pejabat AKAS III Tak Tahu Ada Duit Kru untuk Cari BBM

    Alasan AKAS III Beli BBM Jumlah Besar

    Dua Opsi Kenaikan Harga BBM Diputuskan Sore Ini  

    Badan Anggaran Tak Akan Voting Soal BBM  

    PDI Perjuangan Tetap Tolak Harga BBM Naik  




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Menetapkan Jokowi Widodo - Ma'ruf Amin Pemenang Pilpres 2019

    Pada 21 Mei 2019, Komisi Pemilihan Umum menetapkan pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019. Inilah komposisi perolehan suara.