Harga Tak Naik, Konsumsi BBM Bisa Membengkak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan bila harga tidak naik, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan membengkak.

    "Dari asumsi awal 40 juta kiloliter menjadi di atas 47,8 juta kiloliter," ujarnya di rapat kerja bersama  Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat, Ahad,  25 Maret 2012.

    Perkiraan tersebut didapat dari angka penggunaan BBM selama bulan Januari-Februari 2012. "Penggunaannya 18 persen di atas anggaran," ujar Agus.

    Pembengkakan ini diakibatkan harga BBM bersubsidi yang terlalu murah. "Di negara lain, India, Vietnam sudah Rp 12.000 per liter," ujarnya. Karena masih terlalu murah, konsumsi BBM jadi tidak terkendali. Selain itu akan marak penimbunan dan penyelundupan.

    Penggunaan berlebih terhadap BBM juga disayangkan Agus justru malah dinikmati masyarakat menengah ke atas. "Padahal subsidi untuk yang kurang mampu," ujarnya.

    Makanya, pemerintah memutuskan mengurangi  subsidi dan penghematan yang didapat dari itu dialokasikan untuk masyarakat amat miskin. Nilai penghematan itu, disebut Agus mencapai Rp 30,6 triliun, dan bila disetujui akan didistribusikan dalam berbagai macam bentuk.

    M. ANDI PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.