Rabu, 21 November 2018

Krisis, Ekspor Malah Naik 24 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Ekspor. ANTARA/Yudhi Mahatma/ed/nz/11

    Ilustrasi Ekspor. ANTARA/Yudhi Mahatma/ed/nz/11

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai ekspor Indonesia pada tahun 2011 tercatat sebesar US$ 203,62 miliar. Angka ini meningkat sebesar 24,88 persen dibandingkan ekspor 2010.

    "Ekspor Indonesia berhasil menembus target," kata Pejabat Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin, dalam acara temu wartawan di Kantor Pusat BPS, Rabu, 1 Februari 2012.

    Sebelumnya pemerintah menetapkan target ekspor sebesar US$ 200 miliar di tahun 2011. Sektor industri menjadi motor utama peningkatan ekspor secara nasional.

    Industri menyumbang US$ 122 miliar sepanjang 2011, atau sebesar 60 persen dari total nilai ekspor. Pada tahun 2010 nilai ekspor industri hanya tercatat sebesar US$ 98 miliar.

    Sektor nonmigas lainnya, yaitu pertanian dan pertambangan, masing-masing menyumbang 2,54 persen dan 17,02 persen dari keseluruhan ekspor.

    Sementara itu ekspor sektor migas hanya mencapai US$ 41 miliar atau sebesar 20,43 persen dari total ekspor. Sektor migas tetap mencatat kenaikan volume ekspor sebesar 48,34 persen dibandingkan periode sebelumnya.

    Untuk pasar ekspor, Cina masih menjadi tujuan utama produk ekspor Indonesia dengan nilai total US$ 2,147 miliar, disusul Jepang dan Amerika Serikat, masing-masing sebesar US$ 1,604 miliar dan US$ 1,285 miliar.

    SUBKHAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.