Bisnis Properti Tahun Depan Makin Cerah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ciputra

    Ciputra

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Bisnis properti pada tahun depan diperkirakan bakal moncer. Peningakatan bisnis properti seiring dengan target pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai 6,5 persen. "Suku bunga cenderung turun dan perekonomian masih bagus," ujar Sekretaris Perusahaan PT Ciputra Property Tbk, Artadinata Djangkar, Rabu 23 November 2011.

    Pada tahun ini saja, kata dia, terjadi kenaikan harga dan lonjakan permintaan. Sejak dipasarkan enam bulan lalu, harga jual apartemen di Ciputra World I naik hingga 30 persen dari Rp 3,4 miliar menjadi Rp 4,3 miliar per unit.

    Ciputra World I merupakan proyek besar yang sedang ditangani Ciputra Property. Lahan seluas 5,5 hektare itu nantinya akan dibangun pusat perbelanjaan, perkantoran, apartemen dan hotel. Proyek itu diperkirakan memakan biaya sekitar Rp 5,5 triliun.

    Menurut Artadinata, untuk perkantoran di Ciputra World I beroperasional pada September 2012, apartemen dan pusat perbelanjaan pada akhir 2012. Sedangkan hotel diperkirakan beroperasi pada medio 2013. "Pendapatan secara optimal dapat dihitung hingga akhir 2013."

    Sedangkan untuk Ciputra World II, ujar dia, akan mulai diluncurkan dan dibangun pada awal tahun depan. Proyek Ciputra Property yang berada di Central Business District Kuningan itu, rencannya, akan dibangun lima menara. Total nilai investasi proyek ini diperkirakan Rp 3,5 triliun dengan luas lahan 3,2 hektare.

    Belum selesai kedua proyek itu, Ciputra Property pun telah ancang-ancang untuk melakukan proyek Ciputra World III yang nantinya menempati lahan 3,3 hektare. Sampai saat ini, menurut Ardinata, perusahaan belum menargetkan apa yang akan dibangun di Ciputra World III.

    Ciputra Property juga sedang membangun proyek bisnis Dipo BUsiness Centre di Slipi, Jakarta Barat. Dengan luas lahan 7.000 meter persegi dan nilai investasi sebesar Rp 270 miliar. Perusahaan akan membangun perkantoran dan rumah kantor. "Dana sebagian dari kas perusahaan dan sebagian lagi berasal dari hasil penjualan."

    SUTJI DECILYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Undang-Undang Pemberantasan Terorisme Berlaku, 375 Ditangkap

    Sejak pemberlakuan Undang-Undang Pemberantasan Terorisme yang baru pada Mei 2018, kepolisian menangkap ratusan orang yang diduga terlibat terorisme.