Minggu, 25 Februari 2018

Kwik Kian Gie: Seandainya Saya Komisaris Bank Lippo...

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 24 Juli 2003 09:50 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara Perencanaan Pembangunan, yang juga anggota Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK), Kwik Kian Gie, mempertanyakan komisaris PT Bank Lippo Tbk, yang tidak mengetahui adanya laporan keuangan ganda. Karena tugas komisaris adalah sebagai pengawas di perusahaan. Kwik mengungkapkan rasa herannya itu, usai rapat kabinet terbatas, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/2). Tapi saya tidak berani mencela. Seandainya saya komisaris tidak akan begini, ha..ha, ujarnya sambil tertawa. Karena itu, dalam pertemuan antara komisaris Bank Lippo dengan KKSK nanti, ia akan mempertanyakan hal itu. Menurut Kwik, laporan keuangan ganda dalam sebuah perusahaan itu biasa. Itu bukan berarti serta-merta penyimpangan. Jadi harus dilihat dulu, tegasnya. Bahkan, kata dia, idealnya, perusahaan memiliki laporan keuangan tiga buah. Yaitu laporan keuangan untuk manajemen, pajak, dan publik. Tetapi, lanjutnya, komisaris perusahaan harus mengetahui pasti berapa laporan keuangan yang dibuat di perusahaannya. Termasuk bagaimana isi laporan keuangan itu, harus dipelajari secara mendalam. Karena tugas komisaris adalah mengawasi perusahaan. Memang pengawasan tidak bisa full time, tetapi caranya mengawasi adalah rapat berkala, dan yang penting harus tahu mendalam laporan keuangan, katanya. Untuk itu, Kwik menyarankan BPPN untuk segera mengganti wakil pemerintah yang duduk di jajaran komisaris Bank Lippo. Karena mereka birokrat, sedangkan masalah yang dihadapi adalah masalah bisnis. Ya digantilah dengan orang-orang yang mengerti dagang, kata dia. Kwik mengaku tidak heran atas masalah yang terjadi di Bank Lippo. Karena perusahaan itu dinilai paling inovatif dalam membuat trik-trik kesalahan. Kalau saya mendengar Lippo macam-macam, itu bagi saya normal. Karena Lippo itu dari dulu paling inovatif dalam melakukan miss leading, trik-trik kesalahan, kata dia. Ia mencontohkan, saat pertama kali go publik, Ban Lippo tidak memenuhi ketentuan bahwa perusahaan go publik harus laba 3 tahun berturut-turut. Saat itu, Lippo justru mengalami kerugian, tetapi ditutup dengan laba dari hasil transaksi valas, sehingga menjadi untung. Kalau bank, kegiatan utamanya rugi, kemudian ditembel dengan transaksi valas jadi untung, kemudian diloloskan oleh Bappepam itu maksudnya apa? ujarnya heran. Kecurangan lain, kata Kwik, adanya praktik internal akuisisi, yaitu perusahaan milik sendiri, tapi dibeli sendiri dengan maksud cashing out. Praktik itu dimulai oleh Lippo, kemudian ditiru oleh perusahaan lain hingga sekarang. Retno Sulistyowati --- Tempo News Room

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.