Untuk Tekan Inflasi, BI Perlu Kendalikan Peredaran Uang di Masyarakat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah diminta untuk secara ketat mengendalikan uang yang beredar di masyarkat. Hal ini, menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi UI Prof Mohammad Sadli, sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan laju inflasi hingga satu digit pada 2002. Kepada Tempo News Room Sadli mengatakan salah satu upayanya adalah dengan menjual Serifikat Bank Indonesia (SBI). “BI harus mampu menyerap kembali uang yang beredar,” ujarnya. Karena itu, kata dia, bunga SBI harus menarik, yakni 17 persen. Kendati begitu, untuk kondisi saat ini bekas menteri pertambangan ini melihat kecil kemungkinan SBI diturunkan. SBI, lanjut dia, akan turun dengan sendirinya seiring dengan membaiknya perekonomian. “Memang untuk perbaikan, perlu ada yang dikorbankan,” ujarnya. Sadli juga menyambut baik niat pemerintah untuk menurunkan laju inflasi hingga satu digit. Sebab bila tidak, kondisi perekonomian Indonesia akan terus memburuk. Ia membandingkan dengan keadaan negara tetangga. Seperti di Singapura, yang angka inflasinya tak lebih dari dua persen. Atau Malaysia yang tingkat inflasinya berkisar di angka dua hingga tiga persen. Seperti diketahui, angka inflasi Indonesia selama 2001 lalu mencapai 12,55 persen. Jauh melebihi perkiraan pemerintah, yang mematok angka inflasi dalam APBN sebesar 11,9 persen. Lonjakan inflasi, menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), disebabkan kenaikan sejumlah tarif kebutuhan masyarakat. Seperti telepon, tarif listrik, dan juga kenaikan BBM yang mengakibatkan naiknya tarif angkutan. Kesimpulan BPS itu, menurut Sadli, tak sepenuhnya benar. “Kalau dengan memperhitungkan kenaikan tarif itu, inflasi ini tidak lebih dari dua sampai tiga persen,” ujar Sadli. Jika pemerintah dalam hal ini BI mampu menjalankan fungsi pengendalian terhadap peredaran uang, diharapkan pertengahan Januari atau bulan Februari mendatang, inflasi yang terjadi akan mengalami penurunan. “Yah mudah-mudahan,” imbuhnya. (Ika Wirastuti)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.