Tanpa Rebalancing, Telkom Sulit Beri Tarif Khusus Internet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (Telkom) bersedia berunding dengan komunitas internet, termasuk Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) dan Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari), untuk membicarakan pemberian tarif khusus bagi akses internet. Namun begitu, wakil presiden Tarif dan Interkoneksi Telkom, Sarwoto Atmosoetarno mengingatkan sebelum memberikan tarif khusus Telkom mesti menghitung kembali secara bisnis agar tidak mengganggu penyeimbangan (rebalancing) tarif lokal yang sedang berlangsung. Kalau rebalancing tidak terjadi, sulit rasanya memberi diskon (tarif), ujar Sarwoto yang dihubungi Tempo News Room, di Jakarta, Senin (6/1). Jalan lainnya, tambah Sarwoto, Telkom dapat saja memberikan potongan harga akses internet dengan syarat pemerintah mau mengakuinya sebagai bagian dari Kewajiban Pelayanan Umum (universal service obligation). Kita ingin mendorong komunitas internet supaya maju kok, katanya. Ia juga berharap pertemuan yang direncanakan akan berlangsung pertengahan Januari ini bisa berjalan dengan baik. Jangan hanya diskusi di koran. Nanti selesainya di koran juga, ujarnya tertawa. KPU adalah kewajiban setiap operator telekomunikasi untuk menyisihkan sebagian pendapatannya bagi pembangunan jaringan telepon di wilayah yang tidak menguntungkan secara bisnis. Supaya kompetisi berjalan adil, Sarwoto lalu meminta pengusaha warung internet dan penyedia jasa internet (internet service provider) memberikan struktur biaya operasional mereka secara transparan. Jadi (kewajiban ini) jangan hanya dibebankan kepada penyelenggara lokal, kata dia. Menurutnya dengan struktur tarif yang sama layanan akses internet Telkomnet Instan bisa bersaing dan menjadi yang terdepan. Kuncinya, ungkap Sarwoto karena Telkomnet berhasil mengelola contentnya secara efisien. Content Telkomnet Rp 50 permenit. Bisa tidak ISP mengemas content seperti itu, tanya dia. Sarwoto menduga penyedia jasa internet masih belum efisien dalam mengelola bisnis karena dibebani biaya operasional yang tinggi seperti investasi dan biaya karyawan. Sarwoto menambahkan awal Januari lalu, Telkomnet menaikkan tarif dari Rp 165 permenit menjadi Rp 175 permenit. Rp 50 dari jumlah ini masuk ke Divisi Multimedia, sedangkan sisanya Rp 125 masuk ke Divisi Regional Telkom sebagai imbal jasa. Mengenai nomor akses khusus, Sarwoto menjelaskan, jika bukan bagian dari blok nomor Telkom, seperti 0809 atau 0800, maka tidak lagi menjadi kewenangan Telkom melainkan Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi. Sebelumnya Sekretaris Jenderal APJI Heru Nugroho mengatakan telah berkirim surat kepada pemerintah untuk meminta nomor akses dan tarif khusus untuk semua pengguna internet. Permintaan ini, kata Heru, berkaitan dengan kenaikan tarif telepon lokal sebesar 33,3 persen yang dikhawatirkan akan menurunkan tingkat penggunaan internet dan menghantam warung internet dial-up. Mulai 1 Januari, atas persetujuan pemerintah dan DPR, Telkom menaikkan tarif pemakaian lokal sebesar 33,3 persen, menaikkan tarif berlangganan bulanan 31,1 persen dan menurunkan tarif sambungan langsung jarak jauh sebesar 3,97 persen. Menurut hitungan Telkom, secara rata-rata dengan mempertimbangkan bobot pendapatan dari masing-masing layanan, kenaikan tarif telepon menjadi 15 persen. Ucok Ritonga --- Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Depresi Atas Gagal Nyaleg

    Dalam pemilu 2019, menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Tetapi, banyak caleg yang sekarang mengalami depresi karena kegagalannya.