Senin, 17 Desember 2018

Pemerintah Anggarkan Rp 15 Miliar untuk Sosialisasi Tabung Elpiji

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Enah Suhaenah (54), dirawat di Rumah Sakit Pindad, Bandung, Jawa Barat, dengan luka bakar di sekujur tubuh akibat ledakan dari tabung elpiji 3 Kg di rumahnya, Rabu (21/7). TEMPO/Prima Mulia

    Enah Suhaenah (54), dirawat di Rumah Sakit Pindad, Bandung, Jawa Barat, dengan luka bakar di sekujur tubuh akibat ledakan dari tabung elpiji 3 Kg di rumahnya, Rabu (21/7). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO Interaktif, Jakarta -- Pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp 15 miliar untuk melakukan sosialisasi penggunaan elpiji tabung 3 kilogram. Anggaran ini akan digunakan untuk penyluhan dan pelatihan penggunaan elpiji 3 kilogram.

    “Ditargetkan, dalam penyuluhan nanti akan meliputi 200 kabupaten, 15 provinsi, dan 30 ribu desa,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  Darwin Zahedy Saleh di hotel Bidakara hari ini.

    Darwin menjelaskan,dalam kelas pertama Kementrian ESDM telah melatih 80 orang. Satu orang dalam kelas tersebut akan memberikan penyuluhan kepada 40 kepala keluarga. Diharapkan penyuluhan ini bisa berjalan secara berantai dan disampaikan hingga menembus pedesaan.

    Untuk memuluskan penyuluhan ini pemerintah telah membentuk 3 Satuan Tugas (Satgas), yaitu Satgas Sosialisasi dan Edukasi, Satgas Indentifikasi, serta Satgas Pelayanan Informasi dan Komunikasi Publik.

    Darwin mengatakan, masing-masing satgas akan dikoodinasi oleh instansi berbeda. Untuk Satgas Sosialisasi dan Edukasi akan dikoordinir oleh Kementrian ESDM. Tugas Kementerian ESDM adalah  melakukan pembentukan dan pelatihan tenaga penyuluh lapangan serta melakukan penyuluhan langsung kepada masyarakat dan melakukan sosialisasi melalui media.

    Satgas Intensifikasi dan Pengawasan akan dikoordinasi oleh Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Tugas Bareskrim adalah  meningkatkan pengawasan dan melakukan penindakan terhadap pengoplosan paket konversi dan penyimpangan lainnya termasuk impor illegal.

    Adapun Satgas Informasi dan Komunikasi Publikasi dikoordinasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi yang betugas memberikan pelayanan informasi kepada publik, melakukan monitoring dan analisis pemberitaan, serta operasional media center.

    "Program penyuluhan ini bertujuan untuk diversifikasi energi guna mengurangi ketergantungan terhadap minyak tanah, mengurangi penyalagunaan mitan, efesiensi anggaran, dan menyediakan bahan bakar yang praktis, bersi, dan efesiensi," kata Darwin.

    Sampai akhir tahun ini, pemerintah merencanakan akan didistribusikan sebanyak 52 paket perdana elpiji tabung 3 kg. Sedangkan hingga  Juni 2010 ditargetkan ada  penghematan bersih sekitar Rp 19,3 triliun.

    Darwin menambahkan,  untuk penyuluhan ini pemerintah akan melibatkan jaringan-jaringan yang ada di masyarakat seperti kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).   Penyuluhan menurut Darwin akan difokuskan pada tempat-tempat yang padat penduduk karena dinilai rentan terhadap kecelakaan tabung gas. 

    Nantinya para tenaga penyuluh  juga akan menjual komponen untuk elpiji. Harga ekonomis sudah disiapkan pemerintah untuk komponen elpiji terebut, yaitu  Rp 15 ribu untuk selang dan Rp 20 ribu untuk regulator.



    DANANG WIBOWO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".