Impor Produk Makanan Minuman Naik Drastis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah konsumen membeli permen terkenal

    Sejumlah konsumen membeli permen terkenal "White Rabbit" di Shanghai, (17/10). Permen ini kembali dipasarkan setelah sebelumnya ditarik dari peredaran terkait dengan kandungan melamin yang ada di dalamnya. AFP PHOTO

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Pelabuhan Tanjung Emas , Semarang, Jawa Tengah jadi pintu masuk produk pangan impor. "Berdasarkan pengakuan penjual produk makanan dan minuman di Jawa Tengah dan Yogyakarta, barang-barang masuk dari Tanjung Emas," kata Sribugo Suratmo, Ketua Asosiasi Roti, Biskuit dan Mie Indonesia di Kantor Apindo, hari ini (23/8).

    Sejak awal tahun, impor produk makanan dan minuman naik secara drastis. Bahkan impor biskuit  naik 100 persen. Berdasarkan data asosiasi, impor biskuit dengan kakao pada semester pertama 2010 sudah mencapai US$ 1,983 juta. Sedangkan impor biskuit tanpa kakao sebesar US$ 1,826 juta.

    Untuk impor permen juga mengalami kenaikan hingga 1.060 persen. Berdasarkan data asosiasi, impor permen pada pertengahan 2010 sudah mencapai US$ 6,436 juta. Ini belum termasuk  impor produk mamin (makanan minuman)  yang ilegal.

    Selain menggerus pasar dari industri dalam negeri, produk mamin impor tersebut juga tidak sesuai aturan label  Indonesia. Banyak diantara produk impor tersebut yang hanya menggunakan kemasan dengan label yang tidak berbahasa Indonesia.

    Wakil Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Franky Sibarani mengatakan, produk impor dengan label yang tidak sesuai misalnya hanya dengan izin dinas kesehatan. Misalnya produk makanan yang masuk dari Balikpapan dalam bentuk curah. "Jadi, masuknya sebetulnya legal, tapi tidak ada syarat kemasan bahasa Indonesia," ujarnya.

    EKA UTAMI APRILIA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.