Sabtu, 24 Februari 2018

Astra Otoparts Belum akan Lepas Kepemilikan Minoritas

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 22 Juli 2003 13:46 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Astra Otoparts Tbk. belum berencana melepaskan kepemilikan saham minoritasnya di perusahaan-perusahaan asosiasi pada tahun ini. Perseroan berharap, dengan mempertahankan kepemilikan minoritasnya akan berguna untuk mengembangkan jaringan pemasaran ke luar negeri. Demikian penjelasan Direktur Utama Astra Otoparts Budi Pranoto kepada wartawan, usai Media Gathering di Jakarta, Kamis (6/2). Menurut dia, dari sekitar 25 perusahaan yang memiliki penyertaan saham dari perseroan, ada sekitar 15 perusahaan kerjasama (joint venture) atau perusahaan asosiasi dengan pihak lain. Dari jumlah itu, Astra Otoparts memiliki penyertaan minoritas di 5 anak usaha. "Kita memang tidak bisa apa-apa di sana," kata dia. Meski begitu, lanjut Budi, perseroan masih harus menelaah dulu jika hendak melepas seluruh kepemilikan saham minoritas di 5 anak usaha itu. "Kalau (memang) menghasilkan return yang baik, kenapa kita lepas," katanya. Dia menambahkan, sebenarnya tidak masalah kepemilikan minoritas di anak usaha itu jika perseroan memegang divisi jaringan pemasarannya. Menurut Budi, kepemilikan minoritas itu akan bermanfaat untuk investasi jangka panjang. "Jika manufaktur kita sudah lebih kuat, itu bisa dimanfaatkan untuk pemasaran kita ke regional dan dunia internasional," ulas dia. Sedangkan perusahaan joint venture dengan kepemilikan mayoritas dan perseroan memegang peran, katanya, akan dipertahankan. Caranya, dengan memperkuat perusahaan itu menjadi tidak tergantung dengan perusaahn induknya di Jepang. Di waktu mendatang, Astra Otoparts akan memfokuskan usahanya pada dua bidang usaha yaitu pemasaran dan distribusi, dan manufaktur. Strategi perluasan pemasarannya adalah memperluas jaringan gerai retil modernnya. "Saat ini kita sudah punya 90," kata Budi. Dalam 4 tahun ke depan, lanjutnya, perseroan berharap akan memiliki 800 gerai modern. Selain itu juga akan mengembangkan jaringan distribusi dan sistem logistik, meningkatkan ragam produk dengan merk sendiri, dan memperkuat jaringan pemasaran internasional. Sedangkan strategi manufakturnya adalah mengembangkan kemampuan di bidang engineering dan pengembangan produk, dan mengembangkan fasilitas manufaktur yang akan memproduksi produk-produk baru guna memasok kebutuhan pasar komponen pengganti (replacement market). Dalam kesempatan itu, Budi juga mengungkapkan untuk dua tahun mendatang perseroan telah menurunkan harga jual suku cadang hingga 30 persen. Penurunan ini terkait dengan adanya tekanan dari konsumen-konsumen besar agar harga jual diturunkan. Akibatnya, walaupun penjualan perseroan naik, nilainya tetap saja sama sehingga pendapatan stabil. Hingga akhir tahun lalu, diperkirakan penjualan Astra Otoparts mencapai Rp 2,1 Triliun dan laba bersih sekitar Rp 250 Miliar. Untuk tahun 2003, kata Budi, diperkirakan akan ada pertumbuhan penjualan suku cadang hingga 16 persen, yang terdiri atas produk genuine part dan non genuine, serta pasar komponen pengganti. Perseroan menargetkan akan membangun 700 dealer di sleuruh Indonesia. Perusahaan ini sebesar 87 persen dikuasai Astra Internasional dengan pelanggan utama mereka, Toyota, Isuzu, BMW, sepeda motor Honda, dan sebagainya. (Yura Syahrul - Tempo News Room)

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.