Bank Danamon Raup Laba Bersih Sebesar Rp 948 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Danamon Tbk. berhasil membukukan laba bersih (belum diaudit) sebesar Rp 948,034 Miliar secara konsolidasi, pada tahun lalu. Jumlah ini berarti naik dibandingkan tahun 2001 yang sebesar Rp 722,900 Miliar. Kenaikan laba bersih ini terutama ditopang dari kenaikan laba usaha perseroan yang sebesar Rp 989,304 Miliar. Sedangkan pendapatan bank BUMN ini dari syariah sebesar Rp 1,375 Miliar pada tahun lalu. Akibatnya laba bersih per sahamnya juga meningkat menjadi Rp 38,66, dibandingkan tahun 2001 sebesar Rp 29,48 per lembar saham. Hal ini terungkap dalam penjelasan Sekretaris Perusahaan Danamon Madi Lazuardi kepada Bursa Efek Jakarta, Rabu (5/2). Selain itu, perseroan berhasil mendongkrak pendapatan operasional lainnya menjadi Rp 809,725 Miliar, dibanding tahun 2001 yang sebesar Rp 346,379 Miliar. Lazuardi dalam suratnya juga menjelaskan, obligasi pemerintah di Danamon sebesar Rp 13,065 triliun atau turun dibandingkan tahun 2001 yang sebesar Rp 25,804 triliun. Perseroan berhasil meningkatkan kucuran kredit rupiah menjadi Rp 15,686 triliun dan kredit valuta asing sebesar Rp 2,473 triliun. Akibatnya, Danamon berhasil membukukan kenaikan Loan to Deposite Ratio (LDR) menjadi 52,07 persen pada tahun 2002, atau naik dari tahun sebelumnya sebesar 26,34 persen. Bank yang mau didivestasi ini juga mampu menekan tingkat kredit bermasalah (Non Performing Loan) menjadi 4,43 persen hingga akhir tahun lalu. Sedangkan tahun 2001 tingkat kredit bermasalahnya mencapai 4,82 persen. Untuk rasio kecukupan modalnya (Capital Adequacy Ratio) menjadi 25,25 persen atau turun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 35,49 persen. Meski begitu, sepanjang tahun lalu perseroan mengalami penurunan pendapatan bunga bersih menjadi Rp 1,883 triliun, dibanding tahun sebelumnya Rp 1,936 triliun. Turunnya pendapatan bunga bersih ini seiring dengan turunnya kinerja pendapatan bunga dari Rp 7,281 triliun pada tahun 2001, menjadi Rp 6,651 triliun pada tahun 2002. Menurut Lazuardi, laporan keuangan yang belum diaudit ini akan digunakan sebagai bahan presentasi dalam road show privatisasi yang akan dilakukan oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional dan direksi Bank Danamon. Rencanya pada tanggal 6-11 Februari 2003 mereka akan mendatangi beberapa negara, diantaranya Singapura dan Hongkong. ura Syahrul --- TNR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.