Belum Umumkan Laporan Keuangan, Argo Pantes Masih Di-suspend.

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Karena belum juga mengumumkan laporan keuangan tengah tahunan tahun 2002, perdagangan saham PT Argo Pantes Tbk. masih dihentikan sementara (suspend) oleh Bursa Efek Jakarta. Artinya, saham perusahaan produsen alat-alat berat ini sudah tidak pernah diperdagangkan di BES sejak tanggal 12 September tahun lalu. Hal ini diungkapkan Kepala Divisi Perdagangan Saham Dwi Pradipta dan Kepala Divisi Pencatatan Umi Kalsum, dalam keterangan tertulisnya di BES, Rabu (5/2). Sebelumnya, karena terlambat menyampaikan laporan keuangan tahun 2001, saham perseroan telah dihentikan perdagangannya di BES dan Bursa Efek Jakarta tanggal 12 September 2002. "Karena perseroan belum juga menyampaikan laporan keuangan tengah tahunan 2002, maka suspend-nya dilanjutkan," kata Dwi Pradipta dalam pengumuman teertulisnya. Bulan November tahun lalu, dalam paparan publiknya, Wakil Direktur Utama Argo Pantes Supriyadi menyatakan penghentian sementara perdagangan saham perseroan akan segera dicabut karena laporan keuangan tahun 2001 yang dipermasalahkan akan segera keluar. Keterlambatan ini, katanya, disebabkan belum adanya konfirmasi utang dari anak usaha perseroan di Belanda, yaitu Argo pantes BV. Penghentian sementara perdagangan saham berkode ARGO ini, kata Dwi Pradipta, akan diteruskan hingga adanya penjelasan lebih lanjut dari perseroan mengenai alasan keterlambatan ini. Selain masalah suspend, perseroan masih dalam proses restrukturisasi utang. Total utang perseroan dari dalam dan luar negeri berjumlah US$ 270 Juta. Mayoritas dari jumlah itu berasal dari pinjaman luar negeri. Komposisi utangnya adalah US$ 137 juta dalam bentuk transferable loan dan US$ 78 Juta dalam bentuk floating rate note. Sisanya, sebesar US$ 55 Juta merupakan utang dalam negeri kepada Bank Mandiri. Akhir tahun lalu Supriyadi menyatakan utang kepada Bank Mandiri sedang dalam tahap negosiasi. Sedangkan utang luar negeri masih akan mengajukan proses restrukturisasi lagi. Saat dimintai konfirmasinya perihal penghentian sementara perdagangan sahamnya dan perkembangan proses restrukturisasi utangnya, Supriyadi tidak dapat dihubungi karena telepon genggamnya mati. Yura Syahrul --- TNR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.