Bea-Cukai Sita 2.500 Batang Kayu Ilegal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas Direktorat Bea dan Cukai berjaga-jaga didepan kapal sitaan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (21/10). Kapal ini disita karena tidak melengkapi dokumen yang sah.dok TEMPO/Tri Handiyatno

    Seorang petugas Direktorat Bea dan Cukai berjaga-jaga didepan kapal sitaan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (21/10). Kapal ini disita karena tidak melengkapi dokumen yang sah.dok TEMPO/Tri Handiyatno

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Patroli Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun menangkap kapal bermuatan 2.500 batang kayu gelondongan yang diduga hasil pembalakan liar atau illegal logging. Penangkapan tersebut terjadi pada Kamis (29/4) sekitar pukul 02.00 dini hari dengan menggunakan Kapal Patroli BC 7002 di perairan Tanjung Sempayan-Selat Malaka.

    Berdasarkan pesan singkat yang dikirimkan Kepala Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Evi Suhartantyo, Kamis (29/4), patroli itu menangkap satu buah kapal tanpa nama dan bendera Indonesia, bernomor register S 14 Nomor 6410 dengan nakhoda bernama Yanto dari Meranti Provinsi Riau tujuan Batu Pahat Malaysia.

    "Kapal tersebut tanpa dokumen dengan muatan kurang lebih 2.500 kayu gelondongan bakau. Itu berdasarkan pengakuan sementara nakhoda, belum dicacah dan dihitung," kata Evi. Lebih lanjut, Evi mengatakan kapal dan muatan tersebut ditarik ke Kantor Wilayah Bea dan Cukai Kepulauan Riau.

    Akibat pembalakan liar itu negara diduga mengalami kerugian aset Rp 200 juta. Serta kerugian immateriil dalam bidang kerusakan lingkungan hidup. Kayu itu didapat dari penebang liar yang kemudian dikumpulkan oleh pengepul. "Setelah dalam jumlah besar baru dikirim ke luar negeri. Dalam melakukan aktivitasnya, mereka selalu menghindar dari petugas," ujar Evi.

    NALIA RIFIKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.