BPPT Membantah Menyatakan Ajinomoto Halal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:BPPT menolak anggapan yang mengatakan pihaknya telah memberikan pendapat mengenai status halal dan haramnya produk Ajinomoto. Yang dilakukan BPPT hanyalah melihat terdeteksi atau tidak terdeteksinya kandungan enzim procine dalam produk penyedap masalakan itu. Hal ini mengemuka dalam rapat dengar pendapat antara BPPT dengan komisi VI DPR di Gedung MPR/DPR Jakarta, Rabu (7/2).

    BPPT yang sempat menjadi sorotan karena telah mengeluarkan pernyataan dalam produk Ajinomoto tidak terdeteksi enzim procine yang diduga menjadi pencemar bactosoytone. Dijelaskan oleh Wahono dari BPPT, tugas BPPT adalah untuk melaksanakan kajian ilmiah dan bukan penelitian eksperimental laboratorium, karena hal itu adalah tugas dari Ditjen POM (sekarang Badan POM).

    Yang disayangkan BPPT adalah momen keluarnya sejumalh pernyataan yang saling bertentangan. Begitu MUI mengeluarkan fatwa yang mengatakan Ajinomoto haram, disusul pernyataan Presiden Abdurrahman Wahid yang mengatakan sebaliknya. BPPT pada tanggal 10 Januari 2001 mengeluarkan pernyataan tidak terdeteksinya enzim procine tersebut. Hal ini dianggap mendukung bahwa produk itu halal.

    Hadir dalam pertemuan itu Wakil Kepala BPPT, Ashwin Sasongko, bersama sejumlah staf ahlinya. Sedangkan dari Komisi VI DPR diwakili Hj. Chadidjah M. Soleh. Pihak direksi PT Ajinomoto sendiri tidak menghadiri rapat tersebut karena sakit. (Ika Wirastuti)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.