Di Balik Akuisisi Chairul Tanjung Terhadap Carrefour

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak memainkan replika keranjang belanja Carrefour. TEMPO/Panca Syurkani

    Seorang anak memainkan replika keranjang belanja Carrefour. TEMPO/Panca Syurkani

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Anak perusahaan Para Grup, Trans Corp akuisisi 40 persen saham PT Carrefour Indonesia, dan menjadi pemegang saham tunggal terbesar. Nilai akuisisi itu sendiri berkisar US$ 300-400 juta atau sekitar Rp 3 triliun.

    Trans Corp melakukan akuisi dengan dana pinjaman. "Kami dapat dari konsorsium empat bank asing, Credit Suisse, Citibank, JP Morgan, dan ING Commercial Bank,” ujar Presiden Komisaris PT Carrefour Indonesia, Chairul tanjung kepada wartawan di gedung Bank Mega, Jakarta, hari ini (17/4).

    Chairul menjelaskan, akuisisi itu adalah titik balik untuk perkembangan ekonomi nasional. Alasannya, ini untuk pertama kali perusahaan nasional melakukan akuisisi terhadap perusahaan multinasional. Lewat akuisisi itu, Trans Corp juga mendapat jatah untuk memposisikan empat orang sebagai komisaris dan dua orang untuk posisi direksi. “Namun sampai sekarang kami baru menempatkan tiga komisaris, jadi masih lowong satu lagi,” tambah Chairul Tanjung.

    Proses akuisis tersebut, ujarnya, memakan waktu cukup singkat, yakni kurang lebih tiga bulan, dimulai dari proses pembicaraan sampai penandatanganan.

    Presiden Direktur PT Carrefour Indonesia Shafie Shamsuddin menganggap Para Grup adalah perusahaan besar dan mempunyai value yang tinggi. Jejaring bisnis Para yang besar seperti dalam bidang media, keuangan, dan retail membuat Carrefour menjatuhkan pilihan kepada perusahaan tersebut.“Kami pilih Para karena kami lihat mereka punya itu,” terang Shafie.

    Selain Trans Corp, sahm PT Carrefour Indonesia juga dimiliki oleh Carrefour SA sebesar 39 persen, Carrefour nederland BV sebesar 9,5 persen, dan Onesia BV sebesar 11,5 persen.

    ARIE FIRDAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.