Cisco Tuntut Huawe Technologies

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Perusahaan penyedia perangkat jaringan Cisco System, Inc. menuntut Huawei Technologies, Co. Ltd dan dua anak perusahaannya : Huawei America, Inc. dan FutureWei Technologies, Inc. dengan tuduhan telah menggandakan hak milik intelektual Cisco. Tuntutan tersebut diajukan di Pengadilan Distrik Wilayah Barat Texas, Amerika Serikat 24 Januari lalu. Dalam siaran persnya yang diterima Tempo News Room di Jakarta, Rabu (29/1), Vice President and General Counsel Cisco Mark Chandler mengatakan Huawei telah menggandakan source code Internetwork Operating System (IOS/sistem operasi jaringan) milik Cisco ke dalam routers dan switches produk Quidway milik Huawei. Sistem operasi Huawei berisi sejumlah text strings, nama-nama file dan bugs yang sama dengan yang terdapat dalam source code IOS milik Cisco, ujar Mark. Kesalahan lain yang dibuat perusahaan yang berbasis di Cina itu, lanjut Mark, adalah menggandakan dokumentasi teknis Cisco yang telah memiliki hak cipta. Termasuk, kata dia, keseluruhan teks milik Cisco dalam manual pengguna Huawei untuk produk Quidway dan switches. Tak cuma itu, papar Mark, Huawei menggandakan pula Command Line Interface (CLI) Cisco dan tampilan layar. CLI adalah komponen kunci piranti lunak IOS yang merupakan interface bagi pengguna untuk berkomunikasi dengan routers. Bagian besar dari CLI Cisco dan layar pembantu juga tampil sama persis dengan sistem operasi milik Huawei untuk produk routers Quidway dan switches, tambah Mark. Menurut Mark selain mengajukan tuntutan ke pengadilan Cisco juga telah menyampaikan surat permintaan kepada Spot Distribution selaku distributor Huawei di Inggris agar tidak lagi mendistribusikan produk Huawei. Adapun konsultan humas Huawei, Wendy Wu, dalam tanggapannya di situs www.huawei.com mengatakan belum mau berkomentar banyak atas tuntutan Cisco. Alasannya perusahaan tersebut kini tengah berkonsultasi dengan penasihat hukum untuk memahami dan menyelesaikan permasalahan ini. Namun begitu, Wendy memastikan Huawei dan anak-anak perusahaannya adalah sebuah perusahaan yang selalu menghargai hak milik intelektual. Dan untuk mengembangkan bisnis intinya, Huawei sendiri telah mempekerjakan lebih dari 10 ribu tenaga teknik dan secara konsisten menanamkan 10 persen dari pendapatan tahunannya untuk riset dan pengembangan. Ucok Ritonga --- TNR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.