PLN Merugi Rp 16 Miliar Akibat Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Selama terjadi banjir di Jakarta, Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengalami kerugian sebesar Rp 15 miliar hingga Rp 16 miliar. Kerugian itu diakibatkan lantaran 120 gardu listrik yang berada di daerah rawan banjir dimatikan untuk sementara. “Untuk pengamanan banjir beberapa gardu harus dimatikan,” ujar Direktur Utama PLN Edi Widiono kepada wartawan seusai mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Gedung Nusantara DPR/MPR, Jakarta, Rabu (30/1) siang. Menurut Widiono, gardu-gardu listrik yang berkekuatan diatas 150 kilovolt harus dimatikan. Widiono tidak bisa memastikan kapan gardu-gardu tersebut bisa dioperasikan kembali. Karena jika gardu sudah basah, perlu dipanaskan kembali. Sementara untuk gardu yang tidka terkena genangan air, akan dicek kembali apakah masih layak pakai atau tidak. “Jangan sampai masyarakat jadi korban,” katanya. Pihak PLN berjanji akan memberikan bantuan obat-obatan dan makanan untuk para korban banjir. (Anggoro Gunawan-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.