Aksi Profit Taking Paksa Indeks Turun 10,892 Poin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan, Senin (28/1), tertekan 10,892 poin ke level 441,567. Indeks saham terkuat LQ 45 terkoreksi sebesar 3,094 poin ke level 94,137 dan indeks syariah terkoreksi 2,270 poin ke level 67,885. Manajer Cabang Niaga Securitas, David Ferdinandus, mengatakan bahwa penurunan indeks tersebut masih merupakan dalam takaran normal, karena pelaku pasar melanjutkan aksi profit taking yang sudah dimulai sejak awal pembukaan terutama pada saham unggulan seperti Telkom (TLKM), Indosat (ISAT), Gudang Garam (GGRM), serta Bank BCA. Ia mengatakan para pelaku pasar mulai melepas saham setelah tiga pekan mengalami kenaikan. Hal ini lebih banyak dilakukan oleh investor lokal, sementara itu untuk investor asing yang melakukan pembelian terhadap saham-saham tersebut. “Namun bisa kita lihat bahwa kepercayaan pasar masih bagus,” ujar dia. David mengingatkan agar pada perdagangan esok hari pelaku pasar lebih berhati-hati terhadap saham yang mengalami kenaikan sebesar 30 persen. “Utamanya pada saham-saham unggulan,” ujar dia. Sementara itu, mengenai akan diumumkannya siapa bidder Bank BCA (BBCA) akan menjadikan saham tersebut masih aktif pada perdagangan esok hari. Pelaku pasar, ujar dia, akan melihat siapa bidder yang memegang BCA. Jika diperkirakan bidder tersebut memiliki kualitas yang dipercaya pasar, maka saham BCA akan naik. Demikian juga untuk sebaliknya, tambah dia. Pada penutupan perdagangan kali ini, saham berpindah tangan sebanyak 13.376 kali transaksi dengan volume 764.611 lot saham senilai Rp 497,474 miliar. Sebanyak 32 saham naik harga, 102 turun harga, 256 saham pada posisi stagnan. Sedangkan saham unggulan seperti Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 menjadi Rp 11.800, Unilever (UNVR) turun Rp 500 menjadi Rp 19.000. Indosat (ISAT) turun Rp 500 menjadi Rp 10.200. HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 175 menjadi Rp 4.400. Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 3.500. Dan Semen Gresik (SMGR) turun Rp 250 menjadi Rp 6.250. (Andi Dewanto-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.