Dana 2,1 Triliun untuk BPR Bukan Sepenuhnya Penyimpangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Anggota Pembina Utama BPK Bambang Wahyudi mengakui bahwa sana Rp 2,1 triliun untuk BPR, yang pernah dilansirnya pekan lalu bukan sepenuhnya penyimpangan. Ia mengatakan, dari jumlah itu memang penyimpangan. Namun ia menolak menyebutkan jumlahnya, karena proses audit itu belum sepenuhnya selesai dan akan dibuka akhir Februari nanti. "Hasilnya akan kita laporkan ke DPR," kata dia di gedung BPK Jakarta, Jumat (25/1) siang. Seperti diberitakan, Jumat (18/1) lalu, Bambang mengungkapkan bahwa dari Rp 23,6 triliun penggunaan dana rekening 502 oleh BI, sekitar Rp 2,1 triliun digunakan untuk penjaminan BPR. Disinyalir, dari penyaluran dana tersebut terjadi penyimpangan. Namun hal itu dibantah Direktur BI Bidang Pengawasan BPR Abdul Salam. Saat ini BPK sedang memroses audit rekening 502 yang digunakan BI maupun Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Baik dana yang digunakan BI maupun BPPN disinyalir terdapat penyimpangan. Di antara yang diperiksa adalah jaminan BLBI, dana talangan BPR, pelaksanaan PKPS, dan juga aset BPPN. (Anggoro Gunawan – Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.