Bank BTPN Penyaluran Pembiayaan Hijau 2022 Mencapai Rp 6,7 Triliun

(Dari kiri) Direktur Utama Bank BTPN Henoch Munandar, Direktur Kepatuhan Bank BTPN Dini Herdini, serta Daya and Corporate Communications Bank BTPN Andrie Darusman dalam acara Media Gathering di Blue Jasmine Restaurant, Jakarta Selatan, pada Rabu, 25 Januaro 2023. TEMPO/ Moh Khory Alfarizi

TEMPO.CO, JakartaDirektur Utama Bank BTPN Henoch Munandar melaporkan komitmennya untuk memberikan pinjaman atau pembiayaan hijau atau green financing di Indonesia. Hingga September 2022, kata dia, BTPN sudah menyalurkan Rp 6,7 triliun untuk kegiatan bisnis berkelanjutan.

“Di BTPN kami telah memberikan beberapa pinjaman terkait dengan green economy seperti pembiayaan proyek pembangkit listrik ramah lingkungan, lalu perkebunan yang berkelanjutan, dan tentu kendaraan ramah lingkungan, serta proyek-proyek lain,” ujar dia dalam acara Media Gathering di Blue Jasmine Restaurant, Jakarta Selatan, pada Rabu, 25 Januari 2023.

Baca juga: Bidik Rp 7,9 Triliun dari IPO, Blibli Akan Bayar Utang ke BCA dan BTPN

Dari total nilai Rp 6,7 triliun, Henoch melanjutkan, terbagi ke beberapa sektor. Mulai dari energi baru terbarukan (EBT) senilai Rp 1,9 triliun; efisiensi energi Rp 530 miliar; pengelolaan sumber daya alam hayati dan laut berkelanjutan senilai Rp 3,1 triliun; transportasi ramah lingkungan Rp 340 miliar; dan properti hijau Rp 760 miliar.

Dia menegaskan bahwa hal itu menjadi gambaran berkelanjutan yang dilakukan BTPN dalam mendukung program pemerintah. “Tentang concern terhadap lingkungan yang perlu kita pertahankan ekosistemnya,” tutur dia.

Namun, angka tersebut turun jika dibandingkan dengan penyaluran pembiayaan hijau tahun 2021 yang mencapai Rp 12 triliun. Kendala dalam penyaluran pembiayaan hijau yaitu masih kurangnya kesadaran dari pemain bisnis itu, terhadap persyaratan dari green financing

BTPN, kata Nathan, berkomitmen untuk terus mengembangkan pembiayaan berkelanjutan seperti pembiayaan proyek pembangkit listrik ramah lingkungan, perkebunan berkelanjutan, kendaraan ramah lingkungan dan proyek lainnya.

BTPN juga menerapkan keuangan berkelanjutan dalam bisnis dengan tiga cara, yaitu pembiayaan ramah lingkungan, pendanaan ramah lingkungan dan operasi ramah lingkungan. Untuk green financing, Bank BTPN mengucurkan kredit ke sektor-sektor yang sejalan dengan kebijakan atau peraturan OJK, salah satunya korporasi.

Sebagai langkah pemenuhan kebutuhan pembiayaan tersebut, Bank BTPN berkomitmen mengoptimalisasikan pertumbuhan kredit korporasi terlebih kredit korporasi masih memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar dan merupakan segmen penggerak kredit terbesar bagi Bank BTPN. 

Dia mengatakan penyaluran kredit korporasi ini juga mengedepankan prinsip environmental social governance (ESG) dan komitmen Bank BTPN terhadap pembiayaan hijau. 

Baca juga:  Banjir Pembiayaan Hijau

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Pembangkit Listrik EBT Masih Sedikit, Menteri ESDM: Batu Bara Dominan, 67 Persen

7 hari lalu

Pembangkit Listrik EBT Masih Sedikit, Menteri ESDM: Batu Bara Dominan, 67 Persen

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebut bauran energi baru terbarukan (EBT) dalam pembangkit listrik baru mencapai 14,11 persen pada 2022.


Bos BTPN Sebut Nilai Aset Perusahaan: Tercatat Nyaris Rp 200 Triliun

11 hari lalu

Bos BTPN Sebut Nilai Aset Perusahaan: Tercatat Nyaris Rp 200 Triliun

Direktur Utama Bank BTPN Henoch Munandar mengungkap nilai aset perusahaan. Hingga September 2022, aset Bank BTPN tercatat mencapai Rp 199,9 triliun.


Pertumbuhan Kredit BTPN Mencapai 13 Persen, Kondisi Bisnis Semakin Membaik

12 hari lalu

Pertumbuhan Kredit BTPN Mencapai 13 Persen, Kondisi Bisnis Semakin Membaik

Pertumbuhan kredit Bank BTPN naik 13 persen pada 2022. Membaik seiring kondisi ekonomi yang pulih pascapandemi.


BTPN Salurkan Pembiayaan Hijau Rp 1,46 Triliun ke PLN

12 hari lalu

BTPN Salurkan Pembiayaan Hijau Rp 1,46 Triliun ke PLN

Bank BTPN memberikan pebiayaan hijau ke PLN.sebesar Rp 1,46 triliun untuk proyek transisi ke energi baru terbarukan.


Pemerintah Hapus Skema Power Wheeling dari RUU EBT, Pengamat: Tetap Kawal Agar Sesuai DIM

16 hari lalu

Pemerintah Hapus Skema Power Wheeling dari RUU EBT, Pengamat: Tetap Kawal Agar Sesuai DIM

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menghapus pasal skema power wheeling dalam Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan atau RUU EBT


Mulai Pekan Depan Pengiriman Biodiesel Menggunakan Spek B35

24 hari lalu

Mulai Pekan Depan Pengiriman Biodiesel Menggunakan Spek B35

Kementerian ESDM menyatakan bahwa mulai pekan depan pengiriman bahan bakar biodiesel akan menggunakan spek B35 atau biodiesel 35 persen.


Bauran Energi Baru Terbarukan PLN di Sumatera Utara Capai 43,47 Persen

26 hari lalu

Bauran Energi Baru Terbarukan PLN di Sumatera Utara Capai 43,47 Persen

Bauran energi baru terbarukan atau EBT di Sumatera Utara saat ini mencapai 43,47 persen.


CES 2023, Sharp Siap Pamerkan Teknologi Sel Surya Dalam Ruangan

34 hari lalu

CES 2023, Sharp Siap Pamerkan Teknologi Sel Surya Dalam Ruangan

Sharp Corporation mengungkap produk teknologinya yang akan dibawa ke Consumer Electronic Show atau CES 2023 akan digelar di Las Vegas, Amerika Serikat


Hyundai dan PLN Jalin Kemitraan, Sambut Energi Terbarukan 100 Persen

44 hari lalu

Hyundai dan PLN Jalin Kemitraan, Sambut Energi Terbarukan 100 Persen

Hyundai Indonesia (HMMI) telah mendantangani perjanjian dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mendapatkan Sertifikat Energi Terbarukan


Bos Kadin Dukung Insentif Kendaraan Listrik: Cara Paling Efektif untuk Dekarbonisasi

46 hari lalu

Bos Kadin Dukung Insentif Kendaraan Listrik: Cara Paling Efektif untuk Dekarbonisasi

Ketua Kadin Arsjad Rasjid mendukung penuh rencana pemerintah memberikan insentif bagi pembelian kendaraan listrik. Apa saja alasannya?