Pedagang Tunggu Pengumuman Ajinomoto

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Para pedagang penyedap masakan cap Ajinomoto masih menunggu pengumuman penarikan resmi dari PT Ajinomoto. Beberapa pedagang yang ditemui TEMPO Interaktif di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Kamis siang (4/1), masih menjual bumbu masak itu. Meski diakui banyak konsumen Ajinomoto mulai pindah ke merek lain, namun masih tetap saja ada yang setia membeli produk penyedap rasa ini. Hal ini bisa karena ketidaktahuan atau mereka berasal dari kalangan non muslim.

    Haji Nawawi (60), pedagang yang sehari-hari berjualan di Pasar Majestik ini mengakui bahwa sebagian besar pelanggan yang biasa mengonsumsi Ajinomoto mulai berpindah ke produk lain. Ia biasanya menyediakan sekitar 3-4 kardus tiap bulannya. Tampaknya fatwa MUI tentang keharaman Ajinomoto berpengaruh terhadap terhadap para pembeli. Tak heran jika tadinya Ajinomoto adalah produk yang banyak dibeli, kini mulai turun, dan produk yang biasanya menjadi pesaing utama Ajinomoto kini semakin laris.

    Namun pedagang yang juga bendahara Koperasi Pasar Mayestik ini tak bisa memastikan berapa banyak yang mulai berpindah konsumsinya itu. Apalagi aktivitas pasar baru mulai ramai pembeli setelah lebaran dan liburan panjang. Tapi saya tetap melayani pembeli yang mau (membeli) Ajinomoto, karena bisa saja dia bukan beragama Islam, ujarnya. Menurut dia, hal ini adalah bagian dari toleransi antar umat beragama.

    Sebagai pedagang Nawawi mengaku masih menunggu keputusan lebih lanjut tentang masalah ini. Soalnya, bagi dirinya hal ini bukan berarti penurunan pembeli. Secara tidak langsung, ia justru mensinyalir isu ini sengaja diturunkan dalam upaya agar masyarakat bingung. Soalnya, dengan beberapa isu agama yang ditiupkan akan membuat masyarakat resah.

    Yungki (35), pedagang toko kelontong yang menjual 5-8 kardus Ajinomoto per bulan juga belum bisa memastikan adanya penurunan pembeli. Menurut dia, bisa jadi para pembeli belum tahu tentang fatwa MUI itu. Namun ia menghimbau pihak PT Ajinomoto agar segera menarik produknya. Produsen harus segera menarik produknya kalau memang betul sudah terbukti, ujarnya. Menurut dia, produsen harus bertanggung jawab terhadap masalah ini. Ia pun mempertanyakan, mengapa Senin lalu tidak ada dari agen Ajinomoto yang datang. Padahal, biasanya tiap Senin ada pengontrolan ke para penjual.

    Lain lagi dengan H. Khamsari (70), ia mengaku sudah tidak lagi menjual produk ini. Di samping masalah fatwa MUI ini, juga karena pelayanan pihak Ajinomoto menurutnya tidak bagus dan sering mengabaikan para pedagang.(Anggoro Gunawan)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.