5 Fakta Terbaru tentang Polemik Meikarta: Konsumen Tak Terima Digugat Rp 56 M hingga Penjelasan Pengembang

Komunitas Peduli Konsumen Meikarta yang terdiri dari pembeli Apartemen Meikarta melakukan Penyampaian Aspirasi di Bank NOBU Plaza Semanggi, Jakarta pada Senin, 19 Desember 2022. Aksi ini menuntut agar pihak bank Nobu bertanggung jawab karena beberapa pembeli belum mendapatkan haknya. (TEMPO/ Muhammad Ilham Balindra/ Magang).

Dalam perjalanannya, perseroan menjalankan proses hukum khususnya terhadap beberapa pihak yang mengatasnamakan diri sebagai perwakilan pembeli Meikarta.

"Beberapa pihak tersebut memberikan berbagai pernyataan dan tuduhan yang menyesatkan, tidak benar dan bersifat provokatif dan menghasut. Hal-hal tersebut berdampak negatif dan merusak nama perseroan,” kata manajemen menjelaskan alasan melayangkan gugatan perdata tersebut.

MSU juga memastikan bahwa perseroan akan menghormati dan menaati Putusan No. 328/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN.Niaga Jakarta Pusat pada 18 Desember 2020 atau Putusan Homologasi dimana, antara lain, dalam putusan tersebut diberikan kepastian serah terima unit apartemen Meikarta bertahap mulai dari 2022 sampai dengan 2027.  "Kami akan usahakan secepatnya dan membangun momentum pembangunan di tahun 2023".

3. Bank Nobu terseret

Sebelumnya, pada Senin, 19 Januari 2023, sejumlah anggota PKPKM menggelar aksi di halaman Bank Nobu, Plaza Semanggi, Jakarta Selatan. Kala itu, mereka meminta bank tersebut mengembalikan uang yang sudah masuk untuk pembelian unit Meikarta di Cibatu, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, PKPKM membuka peluang untuk meminta pengadilan menyelesaikan sengketa mereka dengan baik Bank Nobu maupun PT MSU selaku pengembang apartemen tersebut.

Adapun kuasa hukum PKPKM Rudy Siahaan mengatakan gugatan dilakukan guna meminta pengadilan membantu proses pembatalan perjanjian dengan Bank Nobu maupun pengembang PT Mahkota Semesta Utama (MSU).

4. Komisi VI DPR dukung konsumen

Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Mohamad Hekal, mendorong Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) untuk melindungi konsumen korban apartemen Meikarta. BPKN juga didesak untuk mengawal penyelesaian hak korban penipuan dengan stakeholder terkait, khususnya untuk membatalkan putusan yudikatif atas PKPU Meikarta. 

"Komisi VI DPR RI akan segera mengundang Meikarta (PT MSU) dan mengusulkan rapat gabungan Komisi VI, Komisi III dan Komisi XI untuk menyelesaikan masalah korban Meikarta untuk melawan kezaliman oligarki," kata Hekal yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR tersebut pada Jumat pekan lalu, 20 Januari 2023.

AMELIA RAHIMA SARI | ANTARA

Baca juga: MSU Berjanji Menyelesaikan Tanggung Jawab di Meikarta: Sesuai Jadwal yang Ditetapkan

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Sidang Ditunda Lagi, Kuasa Hukum Konsumen Meikarta: Kecewa tapi Tetap Harus Dihormati

42 menit lalu

Sidang Ditunda Lagi, Kuasa Hukum Konsumen Meikarta: Kecewa tapi Tetap Harus Dihormati

Sidang 18 konsumen Meikarta melawan pengembang PT Mahkota Sentosa Utama atau PT MSU yang sedianya digelar har ini, ditunda lagi.


Sidang Pengembang Versus Konsumen Meikarta Dilanjut Lagi Hari Ini

3 jam lalu

Sidang Pengembang Versus Konsumen Meikarta Dilanjut Lagi Hari Ini

Sidang 18 konsumen Meikarta melawan pengembang PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) dimulai hari ini, Selasa, 7 Februari 2023. Apa agend sidang tersebut?


Ecky Mutilasi Mayat Angela Selama Seminggu di Apartemen Korban pada Agustus 2019

3 jam lalu

Ecky Mutilasi Mayat Angela Selama Seminggu di Apartemen Korban pada Agustus 2019

Ecky membunuh Angela pada Juni 2019 lalu memutilasinya dua bulan kemudian. Dilakukan di apartemen korban.


Siasat Pelaku Mutilasi di Bekasi Hilangkan Bau Busuk: Tabur Kopi hingga Nyalakan AC

3 jam lalu

Siasat Pelaku Mutilasi di Bekasi Hilangkan Bau Busuk: Tabur Kopi hingga Nyalakan AC

Pelaku mutilasi di Bekasi melakukan berbagai upaya untuk menghilangkan bau busuk usai membunuh Angela Hindriati Wahyuningsih (54 tahun).


Setelah Membunuh dan Memutilasi Angela, Ecky Lalu Menjual Apartemen Korban

6 jam lalu

Setelah Membunuh dan Memutilasi Angela, Ecky Lalu Menjual Apartemen Korban

Penyidik menemukan sejumlah fakta baru di kasus mutilasi Angela, kapan pembunuhan dan mutilasi terjadi. Tersangka Ecky menjual apartemen korban.


KPK Telisik Dugaan Aliran Duit Nurhadi ke Dito Mahendra

17 jam lalu

KPK Telisik Dugaan Aliran Duit Nurhadi ke Dito Mahendra

Dalam pemeriksaan Dito Mahendra, KPK menelisik tentang dugaan aliran duit dari Nurhadi.


KPK Periksa Dito Mahendra Sebagai Saksi Kasus TPPU Eks Sekretaris MA

19 jam lalu

KPK Periksa Dito Mahendra Sebagai Saksi Kasus TPPU Eks Sekretaris MA

KPK memeriksa Dito Mahendra Saputro sebagai saksi atas Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU oleh Eks Sekertaris Mahkamah Agung, Nurhadi.


Jokowi Panggil Pimpinan Lembaga Penegak Hukum Bahas IPK Anjlok, Mahfud Sebut Segera Ada Langkah-langkah

20 jam lalu

Jokowi Panggil Pimpinan Lembaga Penegak Hukum Bahas IPK Anjlok, Mahfud Sebut Segera Ada Langkah-langkah

Presiden Jokowi siang ini memanggil sejumlah pimpinan lembaga penegak hukum untuk membahas anjloknya Indeks Persepsi Korupsi (IPK)


Kronologi Ecky LIstiantho Bunuh dan Mutilasi Angela di Apartemen, Bubuk Kopi dan Gergaji Listrik

21 jam lalu

Kronologi Ecky LIstiantho Bunuh dan Mutilasi Angela di Apartemen, Bubuk Kopi dan Gergaji Listrik

Ecky Listiantho melakukan mutilasi mayat Angela yang telah didiamkan di apartemen selama 1 bulan.


Kasus Mutilasi di Bekasi: Ecky Listiantho Kuasai Harta Angela Hingga Rp 1,146 Miliar

23 jam lalu

Kasus Mutilasi di Bekasi: Ecky Listiantho Kuasai Harta Angela Hingga Rp 1,146 Miliar

Tersangka pembunuhan kasus mutilasi Angela Hindriati Wahyuningsih, M Ecky Listiantho menguasai aset dan harta korban dengan total Rp 1.146.869.000 atau satu miliar seratus empat puluh enam juta delapan ratus enam puluh sembilan ribu rupiah. Ingin menguasai harta dan aset menjadi faktor utama alasan korban membunuh hingga melakukan mutilasi.