Empat Alasan Utama Badai PHK di Amerika Terus Berlanjut

Ilustrasi buruh pabrik yang di PHK. REUTERS/Henry Romero

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan tren pemutusan hubungan kerja (PHK) di Amerika Serikat akan terus berlanjut. Apa penyebabnya?

"Tren PHK bakal terus berlanjut dengan empat penyebab utama," kata Bhima melalui keterangan tertulis pada Tempo, Senin, 23 Januari 2023.

Penyebab pertama adalah berkurangnya pendapatan iklan dan layanan premium perusahaan digital karena ancaman resesi ekonomi, terutama basis pelanggan di negara seperti Amerika Serikat dan Eropa.

Baca juga: PHK di Amerika Bulan Ini Mencapai 60 Ribu, Google dan Microsoft Pangkas Karyawan

Kedua, perubahan pola konsumsi yang sebelumnya full online pada saat pandemi Covid-19, akhirnya saat ini kembali ke belanja secara fisik. "Ketiga, tekanan suku bunga yang naik membuat investor menghindari pembelian aset perusahaan teknologi karena dianggap terlalu berisiko," papar Direktur Celios ini.

Penyebab terakhir, beberapa perusahaan melihat situasi ekonomi saat ini sebagai kesempatan untuk menutup lini usaha yang tidak menjanjikan atau tidak profit. "Tren konsolidasi perusahaan global akan berlanjut setidaknya hingga kondisi ekonomi membaik," tutur Bhima.

Dia melanjutkan, dampak PHK di Amerika tersebut terhadap perekonomian langsung terasa, terutama di perusahaan Amerika yang punya cabang usaha di Indonesia. 

Ia mengatakan, sejauh ini dampak PHK baru dirasakan ke sebagian kecil sektor jasa keuangan dan digital. "Situasi di Amerika Serikat memang perlu diwaspadai, tapi dalam lima tahun terakhir sebenarnya ekonomi Indonesia lebih bergantung dengan China, Jepang, dan Korea Selatan," bebernya.

Sementara itu, Forbes mencatat sekitar 60.000 karyawan di Amerika terkena PHK sepanjang Januari 2023.  Sedangkan menurut Business Insider, lebih dari 55 ribu pekerja teknologi dari 154 perusahaan telah di-PHK. Jumlah ini lebih banyak ketimbang jumlah PHK dalam enam bulan pertama 2022. 

Baca juga:  PHK Massal Raksasa Teknologi di Awal 2023, Tahun Ini Jadi Terburuk Bagi Karyawan TI?

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Bukan Resesi, Chatib Basri Sebut Ada Risiko Perlambatan Ekonomi RI Meski Kini Tumbuh Kuat

5 jam lalu

Bukan Resesi, Chatib Basri Sebut Ada Risiko Perlambatan Ekonomi RI Meski Kini Tumbuh Kuat

Chatib Basri menyebutkan angka pertumbuhan ekonomi sepanjang 2022 sebsesar 5,31 persen sesuai dengan prediksinya lantaran ekonomi tumbuh kuat.


Ribuan Buruh Bakal Demonstrasi Besar-besaran Tolak Perpu Cipta Kerja Hari Ini, Apa Saja Tuntutannya?

1 hari lalu

Ribuan Buruh Bakal Demonstrasi Besar-besaran Tolak Perpu Cipta Kerja Hari Ini, Apa Saja Tuntutannya?

Partai Buruh dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) akan menggelar unjuk rasa besar-besaran hari ini, Senin, 6 Februari 2023. Dalam tuntutannya, mereka menuntut DPR RI untuk menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja atau dikenal Perpu Cipta Kerja, mempertimbangkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan, dan segera mengesahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).


Terpopuler: Pemerintah Diminta Tak Jumawa Respons Ancaman Resesi, Jokowi Akan Terbitkan PP Dana SDM Desa

1 hari lalu

Terpopuler: Pemerintah Diminta Tak Jumawa Respons Ancaman Resesi, Jokowi Akan Terbitkan PP Dana SDM Desa

Berita terpopuler sepanjang kemarin dimulai dari Rhenald Kasali yang mengingatkan pemerintah agar tak jumawa dalam menghadapi ancaman resesi.


Harga Minyak Diprediksi Jeblok ke USD 68 per Barel, Analis: Pasar Khawatirkan Resesi

1 hari lalu

Harga Minyak Diprediksi Jeblok ke USD 68 per Barel, Analis: Pasar Khawatirkan Resesi

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan harga minyak dunia masih akan melanjutkan tren pelemahan pada esok hari, Senin.


Terkini: Rhenald Kasali Sentil Sri Mulyani, Faisal Basri Ungkap Biang Keladi Minyak Goreng Mahal

1 hari lalu

Terkini: Rhenald Kasali Sentil Sri Mulyani, Faisal Basri Ungkap Biang Keladi Minyak Goreng Mahal

Berita ekonomi dan bisnis paling banyak dibaca siang ini dimulai dari kritik Rhenald Kasali ke Menkeu Sri Mulyani soal ancaman resesi.


Ancaman Resesi Global 2023, Rhenald Kasali Sentil Sri Mulyani: Pemerintah Jangan Jumawa

2 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Rhenald Kasali Sentil Sri Mulyani: Pemerintah Jangan Jumawa

Rhenald Kasali Rhenald juga menyentil Menteri Keuangan Sri Mulyani yang terlalu pede bahwa Indonesia jauh dari resesi pada tahun 2023 ini.


Ribuan Pekerja di Industri Sepatu Tangerang Kena PHK, Faktanya?

2 hari lalu

Ribuan Pekerja di Industri Sepatu Tangerang Kena PHK, Faktanya?

Ribuan pekerja di industri sepatu Tangerang, Banten terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).


Deretan Penyebab JD.ID Tutup Permanen, dari Peralihan Fokus Perusahaan, Sempat PHK hingga...

3 hari lalu

Deretan Penyebab JD.ID Tutup Permanen, dari Peralihan Fokus Perusahaan, Sempat PHK hingga...

Pengumuman penutupan situs belanja online itu tercantum di website resmi JD.ID saat diakses pada 30 Januari 2023. Apa penyebab JD.ID ditutup permanen?


Mobil Bekas Terlaris 2022: Truk

3 hari lalu

Mobil Bekas Terlaris 2022: Truk

Mobil baru yang paling laris nantinya cenderung menjadi mobil bekas terlaris juga.


Bantah Situasi Ekonomi Indonesia 2023 Gelap, Sri Mulyani: yang Tidak Baik-baik Saja di Sana

4 hari lalu

Bantah Situasi Ekonomi Indonesia 2023 Gelap, Sri Mulyani: yang Tidak Baik-baik Saja di Sana

Menteri Keuangan Ekonomi Sri Mulyani kembali menyinggung soal kondisi perekonomian global 2023 yang diprediksi gelap gulita.